REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perum Perumnas resmi memulai pembangunan hunian vertikal subsidi perkotaan Samesta Alonia Jakarta. Proyek tersebut ditujukan untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendukung upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan, pembangunan hunian subsidi perlu terus dipercepat dan diperluas, khususnya di kawasan perkotaan. Menurutnya, hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik dapat memperluas akses MBR terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau.
Baca Juga
Bank BSN Pastikan KPR Subsidi Tepat Sasaran, Tingkat Keterhunian Capai 92,58 Persen
Bank BSN Luncurkan Program KPR untuk Perluas Akses Hunian Berbasis Syariah
“Saya merasa terharu melihat antusiasme saudara-saudara kita, guru-guru kita yang ternyata belum punya rumah, dan kalaupun punya rumah jauh dari tempat mengajar. Saya kira ini adalah semangat Perum Perumnas untuk mempercepat dan lebih memperbanyak lagi membangun rumah,” ujar Rachmat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (9/8/2026).
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, pembangunan Samesta Alonia Jakarta menjadi momentum kebangkitan Perumnas sebagai pengembang perumahan rakyat sekaligus mendukung upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Fahri mengatakan, Perumnas memiliki rekam jejak panjang selama lebih dari lima dekade dalam menyediakan hunian bagi masyarakat.
“Ini bukan peletakan batu pertama, tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama dari perumahan rakyat,” ucap Fahri.
Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, pengembangan Samesta Alonia Jakarta merupakan hasil sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program tiga juta rumah.
Imelda menyebut, Perumnas bersinergi dengan Kementerian PKP, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Pengaturan BUMN, Pemprov DKI Jakarta, hingga Danantara dalam mempercepat pembangunan hunian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perumnas juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai bank Himbara dalam menyediakan fasilitas pembiayaan melalui KPR FLPP,” ujar Imelda.
Dengan sinergi tersebut, sambung Imelda, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh kemudahan akses pembiayaan untuk memiliki rumah pertama dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau.
Imelda menjelaskan, Samesta Alonia Jakarta juga dicanangkan sebagai salah satu proyek strategis nasional di sektor perumahan yang diharapkan mampu menjadi katalis dalam mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan.
“Proyek ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas instansi dapat mengoptimalkan sumber daya dan menghadirkan solusi nyata atas tantangan penyediaan hunian di kota-kota besar,” sambung Imelda.
Melalui pengembangan Samesta Alonia Jakarta, Imelda mengatakan, Perumnas kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan hunian subsidi yang layak, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah, kementerian dan lembaga, sektor perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, Perumnas optimistis dapat memperkuat perannya dalam mendukung keberhasilan program tiga juta rumah.
“Ke depan, kolaborasi yang kuat akan terus menjadi fondasi Perumnas dalam menghadirkan solusi perumahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” kata Imelda.