CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Chelsea menutup laga Indonesia Super Cup 2026 dengan kemenangan telak 3-0 atas AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Duel dua klub elite Eropa itu tidak hanya menyajikan pertandingan pramusim, tetapi juga mencatat sejumlah fakta menarik.
Berikut 5 fakta menarik Chelsea vs AC Milan di Indonesia Super Cup 2026:
1. Pertemuan pertama dua klub elite Eropa di Indonesia
Duel Chelsea kontra AC Milan menjadi pertandingan bersejarah karena untuk pertama kalinya dua klub besar Eropa tersebut bertemu di tanah Indonesia.
AC Milan menyebut laga ini sebagai tonggak penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Chelsea dan Milan sebelumnya sudah beberapa kali berhadapan dalam pertandingan pramusim, tetapi duel di Jakarta menjadi pertemuan pertama keduanya di Asia.
Pertandingan juga memperebutkan trofi Indonesia Super Cup 2026 yang akhirnya menjadi milik Chelsea.
2. Chelsea kembali ke Indonesia setelah 13 tahun
Kunjungan Chelsea ke Jakarta kali ini bukan yang pertama. The Blues kembali ke Indonesia setelah 13 tahun.
Chelsea sebelumnya datang pada 2013 dan menghadapi Indonesia All-Stars di SUGBK.
Dalam pertandingan tersebut, klub asal London itu menang telak 8-1 di hadapan lebih dari 80.000 penonton.
Eden Hazard dan John Terry termasuk pemain Chelsea yang mencetak gol ketika itu.
Kembali ke stadion yang sama pada 2026, Chelsea kembali mengakhiri laga dengan kemenangan besar.
3. AC Milan kembali ke Jakarta setelah 32 tahun
Bagi AC Milan, pertandingan melawan Chelsea menjadi kunjungan kembali ke Jakarta setelah lebih dari tiga dekade.
Rossoneri terakhir kali bermain di Jakarta pada 1994 ketika menghadapi Persib Bandung di stadion yang sama. AC Milan ketika itu menang telak 8-0.
Klub asal Italia itu juga menyoroti besarnya basis pendukung mereka di Indonesia. Berdasarkan data Nielsen yang dikutip AC Milan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pendukung Milan terbesar ketiga di dunia, dengan estimasi sekitar 40 juta penggemar.
4. Sambutan luar biasa dari Milanisti Indonesia
Kembalinya AC Milan ke Jakarta setelah 32 tahun disambut meriah para pendukungnya. Milanisti Indonesia membentangkan tifo bertuliskan “Bentornato Amore” di tribun selatan SUGBK.
Koreografi tersebut menjadi simbol sambutan untuk Rossoneri yang terakhir kali bermain di Indonesia pada 1994.
Antusiasme suporter tetap terlihat sepanjang pertandingan meski AC Milan harus tertinggal tiga gol dari Chelsea.
5. Luka Modric menjadi kapten AC Milan di SUGBK
Ada sosok spesial dalam susunan pemain AC Milan saat menghadapi Chelsea. Gelandang veteran Kroasia, Luka Modrić, dipercaya mengenakan ban kapten Rossoneri.
Kehadiran Modric menambah daya tarik pertandingan karena pemain berusia 40 tahun tersebut merupakan salah satu gelandang paling berpengalaman di generasinya.
Ia menjadi figur penting dalam skuad Milan yang tampil di hadapan puluhan ribu penonton SUGBK.




