RI-UEA Bidik Lompatan Dagang, Transaksi Tembus US$3,14 Miliar di Semester I 2026

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat langkah perdagangan dan investasi melalui Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Memasuki tahun ketiga implementasinya, kedua negara melihat masih terbuka ruang besar untuk memperluas pemanfaatan perjanjian dagang tersebut.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Jaipur, India. Pertemuan berlangsung di sela-sela rangkaian BRICS Trade Ministers’ Meeting (TMM) 2026 pada 6–7 Agustus 2026.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua menteri membahas sejumlah langkah untuk mengoptimalkan IUAE-CEPA yang mulai berlaku sejak 1 September 2023. Budi menilai perjanjian tersebut telah memberikan kontribusi positif terhadap penguatan hubungan ekonomi kedua negara, tetapi potensinya masih jauh dari maksimal.

“Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal,” ujar Budi, dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).

Dorongan untuk meningkatkan pemanfaatan perjanjian juga dilakukan melalui mekanisme Joint Committee Meeting (JCM). Indonesia dan UEA sebelumnya telah menggelar JCM pertama pada 15–17 Oktober 2024, bersamaan dengan pertemuan Committee on Trade in Goods, Islamic Economy Committee, dan Economic Cooperation Committee.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah tindak lanjut implementasi IUAE-CEPA, terutama terkait perdagangan barang, ekonomi Islam, dan kerja sama ekonomi. Budi berharap JCM kedua yang dijadwalkan tahun ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan implementasi yang masih tersisa.

“Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat. Saya percaya Indonesia dan UEA memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan manfaat IUAE-CEPA. Dengan meningkatnya pemanfaatan perjanjian, maka partisipasi dunia usaha akan semakin luas serta hubungan dagang dan investasi kedua negara akan semakin kuat,” jelas Budi.

Sejumlah isu teknis juga menjadi pembahasan kedua menteri. Di antaranya ketentuan skema Tariff Rate Quota (TRQ), mekanisme transshipment, serta perkembangan kasus antidumping terhadap produk kopolimer asal UEA.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dishub DKI: Pengaturan Lalin Tetap Jalan Pascakebakaran Gedung Bapenda
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alonso sebut Marco Palestra cepat beradaptasi jadi pemain serbaguna
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta dan Palestina: Diplomasi Kemanusiaan di Tengah Krisis
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Mumpung Tanggal Muda, Transmart Kasih Diskon ke Pelanggan 50%+20%
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Semangat Kemerdekaan, Kanwil Ditjenpas Sulsel Tebar Kebersamaan dan Kepedulian di Rutan Makassar
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.