Kembangkan Industri Gim Nasional, Kemenekraf Akan Libatkan Pemda

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Langkah tersebut bisa membuka peluang hadirnya berbagai gim bertemakan budaya dan tradisi dari masing-masing daerah. 

Kembangkan Industri Gim Nasional, Kemenekraf Akan Libatkan Pemda. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kementerian Ekonomi Kreatif bakal melibatkan pemerintah daerah dalam pengembangan industri gim nasional melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) tahun 2025–2045. 

Langkah tersebut bisa membuka peluang hadirnya berbagai gim bertemakan budaya dan tradisi dari masing-masing daerah. 

Baca Juga:
Pendapatan Sony Melonjak 40 Persen Jadi USD2,97 Miliar Terdorong Bisnis Game

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa peluang tersebut bisa menjadi kemunculan sisi ekonomi kreatif yang baru. 

Di mana hulu dari ide sebuah kreativitas berasal dari budaya, didukung oleh hilir dengan sentuhan teknologi dan kreativitas. Di sisi lain, itu juga bakal menunjukkan bahwa ide yang dibuat para pegiat gim lokal di Indonesia tidak kalah dengan para pegiat gim luar.

Baca Juga:
SWF Arab Saudi Rampungkan Akuisisi Raksasa Game EA Senilai Rp980 Triliun

“Jadi betul, sebetulnya bahwa kalau untuk ide sebetulnya itu kita tidak kalah. Karena semua ide kreatif itu, kalau hulunya budaya, hilirnya dengan sentuhan inovasi teknologi dan kreatif, dari situlah ekonomi kreatif itu muncul,” kata Riefky dalam peringatan Hari Game Indonesia di Garuda Spark FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Ia menyebut, banyak potensi ide membuat gim yang bisa dikembangkan dari latar cerita, budaya dan tradisi lokal di Indonesia yang dimiliki oleh setiap daerah. Seperti cerita rakyat, sejarah, bahkan hingga kuliner dan fashion.

Baca Juga:
Unggah Bocoran Gameplay Genshin Impact, Pengadilan China Penjarakan Dua Pelaku

“Kalau budaya Nusantara, jangankan Nusantara, kita ngomong satu kabupaten dari cerita, cerita kerajaannya ada sendiri, cerita legendanya ada sendiri, cerita hantunya pun setiap kabupaten beda-beda. Belum makanan, belum kuliner, fashion, dan seterusnya. Itu menjadi modal sebetulnya untuk ide-ide games digital maupun board games itu tidak akan habis,” ucap dia.

Meski demikian, hal tersebut juga harus didukung dengan proses inkubasi serta akselerasi yang masif. Terlebih, industri gim sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 18,22 persen dibandingkan tahun lalu, yang juga berdampak terhadap ketenagakerjaan.

Teuku Riefky mengungkapkan bahwa saat ini inkubasi bagi para pegiat gim sudah berjalan, termasuk di ranah kampus dan juga di kalangan CSR perusahaan swasta, nasional maupun internasional. 

“Nah, tadi beliau sudah menyampaikan bahwa kalau ide, itu insya Allah tidak akan habis lah. Tetapi juga kalau inkubasi sebetulnya sekarang sudah berjalan. Kampus melakukan inkubasi, CSR dari perusahaan-perusahaan swasta nasional dan internasional juga melakukan inkubasi, kemudian juga Kementerian juga melakukan inkubasi,” ungkap Riefky.

Selain inkubasi, akselerasi bagi para pegiat gim juga terus dilakukan. Apalagi, untuk para pegiat gim yang sudah berdaya namun belum mandiri. Hal itu dilakukan agar para pegiat gim yang sudah berjalan menuju mandiri tidak turun kelas ke dalam proses perintisan kembali atau bahkan ada peluang gulung tikar. 

“Nah, yang berdaya yang sudah berdarah-darah bertahun-tahun, itu sebetulnya yang perlu sentuhan dengan program akselerasi dengan cara mengkurasi. Dengan siapa kurasinya? Kementerian, pemerintah tidak bisa sok pintar. Kita kurasi dengan asosiasinya, kita kurasi mana yang berdaya yang kita mau dorong naik kelas ke kelas mandiri. Angkat mereka dari tingkat kabupaten/kota ke level nasional, local hero ke nasional, national champion ke global,” jelas dia.

Nantinya, hasil dari inkubasi dan akselerasi itu bisa didukung oleh kehadiran pemerintah dan berbagai lembaga dengan kebijakan yang bisa mewadahi dan mendorong para pegiat guna mempercepat perkembangan industri gim nasional.

“Tinggal bagaimana kehadiran pemerintah kan ada tiga: bisa dia berupa kebijakan, bisa dia berupa anggaran, bisa juga kehadiran termasuk endorsement. Nah dari tiga itu di mana nanti tergantung pas cocoknya tuh yang mana, begitu. Dan saya rasa tinggal diterapkan lagi saja, begitu,” pungkas Riefky.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Perkuat Gerakan Pangan Murah di Alor, Stok Beras 1.500 Ton Disiapkan Jaga Harga
• 37 menit lalupantau.com
thumb
Simak Inovasi Purna Jual Isuzu untuk Pelaku Bisnis
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Punya Sertifikat Pramuka Garuda, Belum Tentu Lulus Jadi Polisi
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Empat Negara Eropa Peringatkan Rusia agar Tidak Aneksasi Penuh Ossetia Selatan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Karhutla Melanda Sejumlah Daerah, Raja Juli Peringatkan Ancaman Serius: Jangan Ada yang Main Api
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.