Usai Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI hingga Kemendikdasmen

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang, Jakarta Selatan, meminta perlindungan dan pendampingan sejumlah lembaga negara setelah ditemukannya ratusan senjata di lingkungan sekolah.

Permintaan perlindungan tersebut akan disampaikan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kuasa hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Anissa E F Ismail, mengatakan pihak yayasan telah menjadwalkan pertemuan dengan KPAI pada Senin (10/8/2026).

Baca juga: Temuan 995 Senjata di Sekolah Picu Sorotan soal Pengawasan dan Pelindungan Siswa

"Kami sudah meminta waktu untuk bertemu dengan KPAI besok dan alhamdulillah sudah disambut dengan baik. Kami insyaallah akan bertemu mereka besok," kata Anissa dalam konferensi pers di Savannah Cafe & Resto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Menurut Anissa, pertemuan tersebut diperlukan untuk mendapatkan perlindungan sekaligus arahan agar setiap langkah yang diambil yayasan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 720 orang yang kepentingannya perlu diperhatikan, terdiri dari sekitar 580 murid serta 140 guru dan tenaga kependidikan.

Yayasan berharap proses sterilisasi lingkungan sekolah oleh aparat kepolisian dapat segera dilakukan.

Dengan demikian, para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dapat kembali menjalankan aktivitas di sekolah dengan rasa aman.

Baca juga: Soal 995 Senjata di Sekolah, Menteri PPPA Ingatkan Dampak Psikologis pada Anak

Selain KPAI, Yayasan Sekolah Harapan Ibu juga akan mengirimkan surat resmi kepada Kemendikdasmen.

Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto mengatakan, surat tersebut rencananya dikirim pada Senin (10/8/2026).

"Kami juga hari Senin besok akan mengirim surat resmi untuk perlindungan hukum kepada Kementerian Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Hermawanto dalam konferensi pers yang sama.

Menurut dia, perlindungan dari kementerian diperlukan karena sekolah tersebut menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah.

Hermawanto mengatakan, yayasan ingin memastikan proses pendidikan dapat berlangsung dengan aman setelah adanya temuan senjata dan barang lain di sejumlah ruangan sekolah.

Yayasan juga tengah membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI untuk meminta audiensi terkait persoalan tersebut.

Baca juga: 995 Air Soft Gun Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Eks Ketua Yayasan Bakal Diperiksa

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hermawanto menambahkan, pihaknya telah menerima informasi bahwa Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu memberikan perhatian terhadap kasus temuan senjata di lingkungan sekolah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serap Aspirasi Warga Bontoa, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Terima Beragam Usulan
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Karhutla TNBTS Makin Mengkhawatirkan, Api Mengarah ke Lembah Watangan
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Pemkab Bulungan Deklarasikan Gerakan Berlian untuk Ciptakan Ruang Aman Anak
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
STY Isyaratkan Persija Datangkan Dua Pemain Baru, Ivar Jenner dan Justin Hubner?
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
TNBTS tutup seluruh akses wisata Bromo guna efektifkan pemadaman
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.