JAYAPURA, KOMPAS.TV - Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih Kolonel Inf. Tri Purwanto menyatakan pelaku penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem terindikasi dari OPM Kodap III/Ndugama. Tri Purwanto menyebut, berdasarkan penyelidikan, pelaku penembakan terindikasi anggota kelompok tersebut.
Adapun aksi penembakan oleh kelompok bersenjata ketika pelaksanaan FBLB di Walesi, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026).
Akibat penembakan ini, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka. Kedua korban luka telah mendapatkan perawatan di RSUD Wamena.
Baca Juga: Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba di Kepri dalam Joint Operation
Kolonel Tri Purwanto mengatakan aksi penembakan FBLB diduga karena kelompok OPM semakin terdesak aktivitas satgas TNI di wilayah tersebut.
"TNI dalam upaya melindungi masyarakat, berupaya mempersempit ruang gerak KKB sehingga penembakan yang terjadi di Walesi, Sabtu (8/8) diduga untuk mengganggu situasi keamanan di tengah berlangsungnya kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang dilaksanakan sejak Jumat (7/8)," kata Tri Purwanto dikutip dari Antara.
“Kami mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil dan memastikan tidak akan memberikan ruang bagi KKB untuk mengganggu keamanan masyarakat."
Aksi penembakan diduga dilakukan anggota kelompok OPM Kodap III/Ndugama sekitar pukul 12.50 WIT. Penembakan terjadi sekitr 500 meter dari pintu masuk FBLB.
Dua korban luka dilaporkan tertembak saat hendak ke lokasi untuk menyaksikan festival. Akibatnya, korban bernama Laode Muhammad (43) mengalami luka tembak di bagian lutut sedangkan Salbia (50) terluka di paha kanan.
Baca Juga: Kabid Humas Polda Papua Angkat Bicara soal Penembakan di Festival Lembah Baliem | KOMPAS PAGI
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- penembakan lembah baliem
- festival budaya lembah baliem
- lembah baliem
- penembakan opm
- kkb
- kapendam cendrawasih





