KOMPAS.TV - Korps Garda Revolusi Iran menegaskan, pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap syarat-syarat yang ditetapkan Teheran.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi bahwa nasib jalur logistik energi global tersebut terikat pada negosiasi bilateral yang tengah berlangsung antara Iran dan Oman.
Selat Hormuz kini bukan sekadar jalur ekonomi, melainkan instrumen kekuatan geografis Iran.
Sementara itu, Donald Trump mengklaim perang melawan Iran bisa berakhir segera dan bersikeras kesepakatan tentang Selat Hormuz sudah dekat.
Trump menilai Teheran tidak akan bisa bertahan lebih lama jika perang berlanjut.
Keyakinan ini disampaikan Trump setelah sebelumnya dia mengatakan lebih memilih untuk mencapai kesepakatan dengan Iran daripada mengambil tindakan militer.
Di tengah gempuran militer AS, Presiden AS Donald Trump klaim negosiasi dengan Iran semakin dekat dengan kesepakatan. Namun, klaim ini sepertinya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Iran kalau pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap syarat-syarat yang ditetapkan pihak Teheran.
Kita bahas bersama, kita bahas bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, M. Ayub Mirdad.
Baca Juga: Iran Klaim Tak Akan Jatuh Runtuh Digempur AS-Israel, Pezeshkian: Mereka Pasti Kaget | KOMPAS PETANG
#iran #as #trump #negosiasi #selathormuz
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- perang iran
- negosiasi iran as
- trump
- iran
- as





