Media Asing Sorot Kebakaran Gunung Bromo: Karhutla Berambah saat Musim Kering Tak Biasa

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di kawasan Gunung Bromo sebelah Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). (Sumber: BPBD Jawa Timur via AP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Media-media internasional turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang terjadi sejak Senin (3/8/2026). Media asing menyoroti maraknya kejadian karhtutla di Indonesia seiring musim kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kantor berita asal Amerika Serikat (AS), Associated Press menyoroti kebakaran yang meluas hingga 176 hektare per Jumat (7/8) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Akibat kebakaran yang meluas, kawasan Gunung Bromo ditutup bagi wisatawan. Operasi pemadaman juga dilaporkan titik api yang terletak di lereng curam yang sulit diakses dari jalur darat.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan Helikopter Padamkan Kebakaran di Gunung Bromo, Menhut: Mohon Doanya

Associated Press menggarisbawahi musim kemarau pada Agustus 2026 meliputi kekeringan yang "tidak biasa" di Indonesia. Pada saat bersamaan, karhutla terjadi di berbagai daerah.

"Otoritas mengatakan kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Jumat (7/8). Api dipicu aktivitas pembukaan lahan dan menyebar cepat ke area sekitar karena kondisi kekeringan," demikian laporan Associated Press, Minggu (9/8).

"Di Jawa Barat, kebkaran terjadi pekan ini di area Alun-Alun Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, sebuah destinasi yang populer. Insiden ini membuat otorits menutup sementra jalur pendakian di Gunung Gede dan Gunung Pangrango."

Sementara itu, media Malaysia, The Star menyoroti penutupan akses ke Gunung Bromo untuk memfasilitasi tim pemadam kebakaran dan melindungi wisatawan.

The Star melaporkan, pengelola TNBTS telah mengumumkan bagi wisatawan yang telanjur membeli tiket agar menjadwalkan ulang atau meminta pengembalian dana.

Media tersebut juga menyeroti tindakan pemerintah yang telah menerjunkan helikopter pengebom air untuk memadamkan kebakaran di Bromo. Helikopter ini disebut dapat mengangkut hingga 1.000 liter air per unitnya.

"Titik api masih mengeluarkan asap per Sabtu (8/8) malam, tim sedang memonitor situasi di tengah angin berkecepatan sedang," kata Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dikutip The Star.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kawasan Bromo, dari 7,9 Hektare Membesar Jadi 176 Hektare

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press, The Star

Tag
  • kebakaran gunung bromo
  • karhutla gunung bromo
  • gunung bromo
  • media asing
  • el nino
  • kebakaran bromo
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selamat! 5 Zodiak Paling Beruntung 11 Agustus 2026: Ada Peluang Baru yang Bisa Mengubah Keadaan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Menjaga Asa di Surga Bahari, Dedikasi Mantri BRI untuk Masyarakat Wakatobi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pendaftaran Undangan Upacara HUT RI Ditutup, Pemerintah Siapkan Pesta Rakyat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Moto2 Inggris 2026: Filip Salac Juara, Mario Aji Keteteran Finis di Posisi Buncit
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal 5 Manfaat Air Beras untuk Wajah dan Cara Menggunakannya
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.