Kisah Malik: Pernah Dibully, Kini Juara Nasional dan Penerima Beasiswa Kedokteran

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengalaman menjadi korban perundungan fisik dan verbal di lingkungan sekolah tidak membuat Abdul Malik Arrazy (10) menyerah pada keadaan.

Bocah asal Salemba, Jakarta Pusat, itu berhasil bangkit dari trauma perundungan. Ia kemudian menjuarai kompetisi cerdas cermat tingkat nasional, meraih beasiswa Fakultas Kedokteran, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Duta Anak Anti-Bullying oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Malik kini duduk di kelas 5 SD. Selain bersekolah, ia aktif menjadi pembawa acara dan konten kreator melalui akun Instagram miliknya, @malik.arrazy.

Saat ditemui Kompas.com seusai dinobatkan sebagai Duta Anak Anti-Bullying di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026), Malik menceritakan kembali pengalaman pahitnya menjadi korban perundungan.

Baca juga: Komnas PA Tunjuk 5 Figur Anak Jadi Duta Anti-bullying, Ada Farel Prayoga

Ia menuturkan, saat bersekolah di sebuah sekolah swasta beberapa tahun lalu, hari-harinya kerap diwarnai perundungan dan ejekan dari teman-teman sebaya.

"Kalau bully verbal, contohnya dulu tuh aku emang pendek banget, sekarang aja aku emang udah pendek, jadinya dulu tuh aku sering dibilang pendek, hidung gede, gitu lah," ungkap Malik kepada Kompas.com, Minggu.

Namun, pengalaman yang paling membekas dalam ingatannya terjadi ketika perundungan mulai berkembang menjadi kekerasan fisik.

"Kalau bully fisik aku sekali doang, tapi itu tuh udah parah banget, aku pernah badan aku dipiting alias dicekik terus kayak diledekin gitu," ceritanya.

Malik mengatakan, ibunya sempat melaporkan perundungan tersebut kepada pihak sekolah. Namun, persoalan itu tak kunjung diselesaikan.

"Orangtua aku juga udah ngomong ke pihak sekolah. Tapi karena pihak sekolahnya mungkin terlalu menyepelekan, jadinya orangtua aku memutuskan untuk pindah sekolah," kata Malik.

Keputusan pindah sekolah menjadi titik balik penting dalam hidup Malik.

Baca juga: Pemprov DKI Bidik Birokrasi Tanpa Noda, Zona Integritas Diperluas hingga Kelurahan

Di lingkungan sekolah yang baru, bakat dan kepercayaan dirinya yang sempat terkubur akibat pengalaman perundungan perlahan kembali tumbuh.

Malik kini dikenal sebagai anak yang ceria dan percaya diri. Ia juga aktif mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.

"Alhamdulillahnya di sekolah baru ini aku memiliki teman yang baik, enggak ada pem-bully-an, dan juga jadinya aku bisa meraih prestasi yang lebih lanjut di sekolah ini," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Raih Beasiswa Kedokteran

Setelah terbebas dari perundungan di sekolah barunya, Malik mulai mengukir berbagai prestasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi, Tak Boleh Dibawa Pulang
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Advokat Soroti Kejanggalan Kasus Sutrimo: Sebelum Meninggal, Beliau Tiba-Tiba Disuruh ke Jakarta
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Naik MRT, LRT, hingga Transjakarta Cuma Rp 1 pada 17 Agustus
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Gerebek Pabrik Vape Narkoba di Kemang Jaksel, 3 Orang Ditangkap
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Pembalap Formula 4 Qarrar Firhand Jajal Medcom Racing Challenge di GIIAS 2026
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.