Jurnalis Italia Khawatir dengan Kondisi Sassuolo yang Mulai Liga Tanpa Jay Idzes

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Klub asal Italia, Sassuolo resmi menutup pramusim jelang kompetisi 2026-2027 dengan laga uji coba melawan klub asal Jerman, FC Ausburg. Hingga akhir pramusim, pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes tak kunjung tampil.

Pertandingan yang digelar di Stadion WWK Arena, Ausburg ini pun berakhir atas kekalahan Sassuolo dengan skor akhir 2-3 dari Ausburg pada Sabtu (8/8/2026). 

Dalam laga ini, Sassuolo masih tanpa Jay Idzes yang menjalani pemulihan cedera. Absennya pemain berposisi bek tengah ini justru membuat jurnalis media Italia Sassuolo News, Antonio Parrotto khawatir dengan perjalanan tim di Liga Italia dan kompetisi lain yang akan diikuti oleh Sassuolo. 

Antonio Parrotto menyoroti jumlah kebobolan di laga uji coba Sassuolo, termasuk ketika menghadapi Celta Vigo pada pemusatan latihan klub beberapa hari lalu. 

"Empat gol kebobolan dari Celta Vigo, tiga dari Ausburg, tujuh gol secara total, apakah pertahanan klub baik-baik saja? Tidak," kata Antonio Parrotto dikutip dari laman Sassuolo News, Minggu (9/8/2026). 

Walau banyak kebobolan, sang jurnalis mengapresiasi keputusan pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani yang mau keluar zona nyaman dengan terus mengutak-atik lini belakang yang tengah goyah tanpa Jay Idzes. 

"Di sini kita harus serius, pertahanan yang terlihat selama persiapan ini tidak memadai untuk menghadapi Serie A. Harus dikatakan sejujurnya, ini bukan pertahanan yang akan main di liga," lanjut Antonio Parrotto. 

"Jay Idzes, Walukiewicz dan Cande cedera, Tarik Muaremovic dijual ke Leeds. Aquilani pada dasarnya menghabiskan pramusim untuk mencari pemain bertahan seperti yang dibutuhkan," kata Antonio Parrotto.

Walau sudah menemukan beberapa formula baru, namun Antonio Parrotto mengingatkan Aquilani bahwa Jay Idzes harus segera pulih. 

"Ia harus memulihkan Idzes, Walukiewicz, dan Candé. Ia harus menemukan kembali Muric dalam performa terbaiknya. Ia harus membangun otomatisasi pertahanan dengan pemain yang, jika memungkinkan, ditakdirkan untuk bermain bersama selama musim reguler," katanya. 

Di akhir pendapatnya ini, Antonio Parrotto mengingatkan bahwa setelah musim dimulai maka Sassuolo tak bisa lagi menganggap pertandingan adalah laboratorium percobaan karena sudah menjadi laga hidup dan mati. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRL Bogor-Jakarta Kota Gangguan, Hanya Satu Jalur Digunakan di Bojong Gede
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Sukses Didik Gen Z Main Lenong, Jaja Miharja Tak Merasa Senior
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Teknologi Pirolisis Jadi Solusi Baru Pemerintah Atasi Sampah Nasional
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Mantan Mendagri hingga Bos Narkoba Didakwa Pembunuhan Capres Ekuador 2023
• 12 jam laludetik.com
thumb
Tembok SD di Sleman Roboh, Timpa 10 Warga yang Sedang Senam-Jalan Santai
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.