Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Sirkular dan Pertanian Berkelanjutan di Karawang

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Karawang: PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek menerima kunjungan kerja Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, pada Jumat, 31 Juli 2026, di Yayasan Hidayatul Burhan, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang. Kunjungan itu untuk meninjau implementasi Program Prakarsa Bagja Juara yang mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, dan pertanian berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, menjelaskan pesantren mengembangkan tiga pilar Santri Tangguh, yakni Al-Qur'an, literasi digital, dan life skill farming. Menurutnya, kolaborasi bersama Pertamina Patra Niaga sejak 2024 turut memperkuat pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan kemandirian di lingkungan pesantren.

"Alhamdulillah, melalui dukungan Pertamina Patra Niaga kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pesantren maupun masyarakat sekitar," ujar Jaenal.

Berbagai inisiatif yang dikembangkan melalui Eco-Agro Santri telah memberikan manfaat nyata. Agro Santri kini mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri.
 

Baca Juga :

Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi Energi di Kepri


Selain itu, melalui Program Desa Energi Berdikari, pesantren memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian, serta mengolah limbah organik dapur menjadi biogas sebagai energi alternatif untuk memasak di kantin pesantren. Inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana pesantren dapat menjadi pusat pendidikan yang sekaligus mendorong ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi sirkular.

Sementara itu, penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara, Endang Sutisna, menilai program tersebut telah mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui berbagai kegiatan produktif.

"Kami bersyukur atas dukungan Pertamina Patra Niaga melalui Program Prakarsa Bagja Juara. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan energi terbarukan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas," ujar Endang.

Implementasi Bank Jerami melalui Skema Tukar Jerami yang dikembangkan dalam Program Prakarsa Bagja Juara juga memperoleh pengakuan nasional melalui Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama Melalui Tukar Jerami dengan Air. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi ini memiliki dampak nyata sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.

Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengapresiasi inovasi Skema Tukar Jerami yang dikembangkan melalui Program Prakarsa Bagja Juara sebagai salah satu contoh pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan limbah pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui program ini, katanya jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Sesuai dengan jumlah jerami yang dikumpulkan, masyarakat dapat menukarkannya dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, atau memanfaatkannya untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).

"Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Tina.

Sebelum Program Prakarsa Bagja Juara berjalan, jerami pascapanen di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena tidak memiliki nilai ekonomi. Praktik pembakaran terbuka tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara, meningkatkan emisi, mengganggu kesehatan masyarakat, dan mengurangi pengembalian bahan organik ke tanah. Melalui program ini, rata-rata 2–3 ton jerami per musim panen yang sebelumnya menjadi limbah kini mulai dikelola secara produktif.

Upaya tersebut menjadi langkah awal dalam mengurangi praktik pembakaran terbuka sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pasirtanjung.

Selama kunjungan, rombongan meninjau berbagai inovasi Program Prakarsa Bagja Juara. Mulai dari pengelolaan sampah melalui Bank Sampah WISE dan Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, implementasi Bank Jerami dengan Skema Tukar Jerami sebagai inovasi ekonomi sirkular yang mendukung pembayaran iuran air bersih Pamsimas dan penyediaan air RO layak minum, hingga kawasan Eco-Agro Santri yang mengintegrasikan pertanian ramah lingkungan.

Rombongan juga melihat pemanfaatan energi baru terbarukan melalui PLTS dan instalasi biogas, pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM Dapur Teteh.

Melalui Program Prakarsa Bagja Juara, PT Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi dan pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi multipihak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manoj Punjabi Punya Alasan Kuat Filmkan Dhot Design, Siap Tayang 2027
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jangan Abaikan Kesehatan Usus, karena Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak!
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Hanya Fokus Pasar Domestik, Ekonom: Berat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Aldila Sutjiadi terhenti di 16 besar WTA 1000 Toronto
• 32 menit laluantaranews.com
thumb
Pemkot Jakut Bangun Ruang Hijau 1,3 Hektare di Kelapa Gading
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.