Jakarta (ANTARA) - Kepala kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengapresiasi antusiasme peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dari 34 Polda dan 304 Polres.
"Saya melihat perkembangan e-sports sangat luar biasa," ujar Listyo pada acara penutupan E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu.
Listyo menjelaskan perkembangan e-sports tidak lagi sekadar permainan, tetapi berkembang menjadi olahraga dengan potensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
"Ternyata perlahan namun pasti, bukan hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan sudah beranjak menjadi olahraga internasional. Pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar," katanya.
Kapolri berharap kompetisi tersebut terus dikembangkan hingga mampu melahirkan lebih banyak talenta baru.
Baca juga: Menpora harapkan IESPA terus memacu pertumbuhan industri esports
Dia berharap jumlah peserta pada tahun depan meningkat hingga sepuluh kali lipat dengan menggelar kompetisi secara rutin di tingkat kewilayahan.
“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa itu. Pertanyaannya: bisa enggak peserta tahun ini 35.936, peserta tahun depan kali 10?” kata Kapolri.
Selain menjadi atlet dan talenta e-sport, Kapolri mengajak para peserta menjadi agen perubahan dan duta keamanan dan ketertiban yang mengajak generasi muda meninggalkan aktivitas kontraproduktif seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme.
E-Sports Kapolri Cup 2026 menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game hingga Youth Movement.
Kapolri menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, sekaligus literasi dan kesadaran keamanan digital generasi muda.
Baca juga: Klasemen MPL Indonesia Season 17: Dewa United bayangi ONIC di puncak
"Saya melihat perkembangan e-sports sangat luar biasa," ujar Listyo pada acara penutupan E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu.
Listyo menjelaskan perkembangan e-sports tidak lagi sekadar permainan, tetapi berkembang menjadi olahraga dengan potensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
"Ternyata perlahan namun pasti, bukan hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan sudah beranjak menjadi olahraga internasional. Pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar," katanya.
Kapolri berharap kompetisi tersebut terus dikembangkan hingga mampu melahirkan lebih banyak talenta baru.
Baca juga: Menpora harapkan IESPA terus memacu pertumbuhan industri esports
Dia berharap jumlah peserta pada tahun depan meningkat hingga sepuluh kali lipat dengan menggelar kompetisi secara rutin di tingkat kewilayahan.
“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa itu. Pertanyaannya: bisa enggak peserta tahun ini 35.936, peserta tahun depan kali 10?” kata Kapolri.
Selain menjadi atlet dan talenta e-sport, Kapolri mengajak para peserta menjadi agen perubahan dan duta keamanan dan ketertiban yang mengajak generasi muda meninggalkan aktivitas kontraproduktif seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme.
E-Sports Kapolri Cup 2026 menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game hingga Youth Movement.
Kapolri menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, sekaligus literasi dan kesadaran keamanan digital generasi muda.
Baca juga: Klasemen MPL Indonesia Season 17: Dewa United bayangi ONIC di puncak





