Meulaboh (ANTARA) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini telah menyalurkan dana swakelola kepada kelompok tani di daerah ini, sebagai upaya memulihkan sekitar 1.308 hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025.
“Penyaluran dana swakelola kepada kelompok tani ini, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program optimalisasi lahan terdampak bencana alam agar kembali produktif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Bara, Hendra Marsigi kepada wartawan, Minggu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan akan diserahkan langsung kepada kelompok tani dengan mekanisme swakelola tipe IV.
"Pekerjaannya macam-macam, mulai dari pipanisasi, normalisasi saluran, hingga peningkatan saluran drainase atau saluran air persawahan,” kata Hendra.
Baca juga: BBRMP Maluku latih 31 penyuluh membuat poligon lahan pertanian
Menurutnya, anggaran yang telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Aceh Barat tersebut, bersumber dari pemerintah dan langsung disalurkan ke rekening kelompok tani, agar petani sendiri yang melaksanakannya.
Ia menjelaskan, program optimalisasi lahan ini menyasar sebanyak 96 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, di antaranya Kecamatan Kaway XVI, Pante Ceureumen, Arongan Lambalek, Bubon, Woyla, Woyla Barat, dan Woyla Timur.
Adapun untuk wilayah Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, pengembangannya akan dimasukkan ke dalam program rehabilitasi lahan terpisah.
Hendra mengatakan pihaknya menargetkan seluruh proses konstruksi dan pengerjaan fisik dapat rampung pada akhir September atau awal Oktober mendatang.
"Kita lakukan percepatan konstruksi dengan harapan bisa tuntas di September atau awal Oktober. Sebab, pada awal Oktober aktivitas musim tanam rendeng sudah mulai berjalan kembali," pungkas Hendra.
Baca juga: 2.592 hektare lahan pertanian di Bekasi alami kekeringan
“Penyaluran dana swakelola kepada kelompok tani ini, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program optimalisasi lahan terdampak bencana alam agar kembali produktif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Bara, Hendra Marsigi kepada wartawan, Minggu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan akan diserahkan langsung kepada kelompok tani dengan mekanisme swakelola tipe IV.
"Pekerjaannya macam-macam, mulai dari pipanisasi, normalisasi saluran, hingga peningkatan saluran drainase atau saluran air persawahan,” kata Hendra.
Baca juga: BBRMP Maluku latih 31 penyuluh membuat poligon lahan pertanian
Menurutnya, anggaran yang telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Aceh Barat tersebut, bersumber dari pemerintah dan langsung disalurkan ke rekening kelompok tani, agar petani sendiri yang melaksanakannya.
Ia menjelaskan, program optimalisasi lahan ini menyasar sebanyak 96 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, di antaranya Kecamatan Kaway XVI, Pante Ceureumen, Arongan Lambalek, Bubon, Woyla, Woyla Barat, dan Woyla Timur.
Adapun untuk wilayah Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, pengembangannya akan dimasukkan ke dalam program rehabilitasi lahan terpisah.
Hendra mengatakan pihaknya menargetkan seluruh proses konstruksi dan pengerjaan fisik dapat rampung pada akhir September atau awal Oktober mendatang.
"Kita lakukan percepatan konstruksi dengan harapan bisa tuntas di September atau awal Oktober. Sebab, pada awal Oktober aktivitas musim tanam rendeng sudah mulai berjalan kembali," pungkas Hendra.
Baca juga: 2.592 hektare lahan pertanian di Bekasi alami kekeringan





