Etindonesia.com Rusia, yang sebelumnya menjual solar ke berbagai negara di dunia, kini justru mulai membeli bahan bakar dari Korea Selatan.
Kantor berita Reuters melaporkan pada 7 Agustus bahwa Rusia baru-baru ini secara tidak biasa mengimpor produk bahan bakar olahan dalam jumlah besar dari Korea Selatan.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa pada akhir Juli, setidaknya dua kapal tanker memuat hampir 30.000 ton bahan bakar dari Pelabuhan Ulsan, Korea Selatan, untuk dikirim ke wilayah Timur Jauh Rusia.
Menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut, muatannya terutama berupa solar, dan kemungkinan juga mencakup bahan bakar penerbangan.
Transaksi ini menarik perhatian karena Rusia sendiri merupakan salah satu negara eksportir solar penting di dunia, tetapi kini justru berbalik menjadi pengimpor bahan bakar.
Sejak awal tahun ini, Ukraina terus menyerang kilang minyak dan fasilitas energi Rusia. Serangan Ukraina menyebabkan sebagian kapasitas pengolahan minyak berhenti beroperasi atau menurun, sehingga di sejumlah wilayah terjadi kekurangan pasokan bahan bakar.
Saat ini belum diketahui siapa pembeli akhir bahan bakar dari Korea Selatan tersebut dan untuk apa bahan bakar itu akan digunakan.
Pemerintah Korea Selatan menolak memberikan komentar, sementara Kementerian Energi Rusia juga tidak menanggapi pertanyaan Reuters. (***)





