Magelang (ANTARA) - Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid berharap, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Menurut dia di Magelang, Minggu, substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso hingga sejumlah agenda terkait program organisasi ke depan.
"Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya," katanya.
Ia menjelaskan sejumlah agenda substantif telah disiapkan, termasuk rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 serta pembahasan mengenai tata kelola organisasi.
Baca juga: PBNU percepat konsolidasi PWNU dan PCNU jelang Muktamar ke-35
Menurut dia, hal yang paling penting dalam Muktamar NU adalah memastikan seluruh proses berjalan secara baik dan demokratis sehingga menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan warga NU.
"Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran,” katanya.
Menurut dia, menjadikan Gus Dur sekadar jargon tidak lagi relevan. Hal yang jauh lebih penting menjaga dan meneladani pemikiran serta laku Gus Dur.
"Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau," katanya.
Menurut dia, nilai-nilai yang pernah diperjuangkan Gus Dur seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kezaliman.
Ia menilai keberpihakan NU terhadap masyarakat kecil juga menjadi salah satu nilai penting yang perlu kembali diperkuat.
Baca juga: PBNU tetapkan 501 pengurus sebagai peserta sementara Muktamar ke-35
Baca juga: Pagar Nusa perkuat konsolidasi organisasi songsong Muktamar NU
Menurut dia di Magelang, Minggu, substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso hingga sejumlah agenda terkait program organisasi ke depan.
"Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya," katanya.
Ia menjelaskan sejumlah agenda substantif telah disiapkan, termasuk rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 serta pembahasan mengenai tata kelola organisasi.
Baca juga: PBNU percepat konsolidasi PWNU dan PCNU jelang Muktamar ke-35
Menurut dia, hal yang paling penting dalam Muktamar NU adalah memastikan seluruh proses berjalan secara baik dan demokratis sehingga menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan warga NU.
"Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran,” katanya.
Menurut dia, menjadikan Gus Dur sekadar jargon tidak lagi relevan. Hal yang jauh lebih penting menjaga dan meneladani pemikiran serta laku Gus Dur.
"Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau," katanya.
Menurut dia, nilai-nilai yang pernah diperjuangkan Gus Dur seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kezaliman.
Ia menilai keberpihakan NU terhadap masyarakat kecil juga menjadi salah satu nilai penting yang perlu kembali diperkuat.
Baca juga: PBNU tetapkan 501 pengurus sebagai peserta sementara Muktamar ke-35
Baca juga: Pagar Nusa perkuat konsolidasi organisasi songsong Muktamar NU





