BATAM, KOMPAS.TV- Di tengah kesibukannya mengawasi kedisiplinan internal kepolisian, Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, mendadak menjadi penyelamat bagi seorang ibu lanjut usia, Rohila Wati (60). Usut punya usut, ternyata Nenek Rohila merupakan korban penipuan online dengan iming-iming hadiah sekaligus sasaran teror rentenir yang membuatnya terpaksa meninggalkan rumah.
Pertemuan tak terencana, di ruang SPKT Polda Kepri, Kamis (6/8/3026), berbuah manis setelah sang perwira menengah Polri itu tergerak, untuk melunasi seluruh utang korban secara ikhlas.
Kasus yang menimpa nenek warga Perumahan, Taman Batu Aji Indah II Blok F Nomor 10 ini, bermula dari modus penipuan online yang kerap menyasar masyarakat kurang paham teknologi.
Baca Juga: Fakta Baru Penembakan Sekolah Thailand, Pelaku Tembak Kakek dan Neneknya | KOMPAS SIANG
Pelaku menggunakan nama besar selebritas Raffi Ahmad yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni untuk mengelabui Nenek Rohila dengan modus menang undian berhadiah. Agar hadiah tersebut dapat dicairkan, korban diwajibkan mengirimkan biaya administrasi sebesar Rp3.000.000 terlebih dahulu.
Karena tergiur dan berniat mendapatkan tambahan rezeki, Nenek Rohila yang tidak memegang uang tunai, akhirnya nekat berhutang kepada seorang rentenir, agar bisa melakukan transfer, kepada pelaku.
Naas, bukannya hadiah yang didapat, kontak pelaku justru lenyap seketika. Akibat kejadian itu, utang beserta bunga dari rentenir terus membengkak, dan menagih dengan cara yang membuat korban ketakutan. Karena tidak tahan terus-menerus diteror, Nenek Rohila akhirnya nekat kabur, dari rumahnya dan mengungsi ke tempat saudaranya.
Tak Sengaja Bertemu Kabid Propam di SPKT
Niat mencari keadilan membawa Nenek Rohila, melangkah ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polda Kepri untuk membuat laporan resmi. Tanpa disangka, saat bersamaan, Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto sedang melakukan, inspeksi mendadak untuk mengecek, kesiapan pelayanan petugas kepolisian kepada masyarakat.
Melihat seorang lansia, dengan raut wajah penuh tekanan mental dan kesedihan, Kombes Eddwi berinisiatif menghampiri dan menanyakan, permasalahan yang dihadapinya. Mendengar cerita lengkap, mengenai nasib malang sang nenek, yang tertipu jutaan rupiah, kabur dari rumah, hingga dikejar-kejar rentenir, hati sang perwira dengan tiga melati di pundaknya itu pun langsung terketuk.
Dorongan rasa kemanusiaan, membuatnya ingin turun tangan, secara langsung menolong korban.
Baca Juga: FULL! Cerita Nenek 61 Tahun Dirampok saat Salat, Sempat Dilakban dan Diancam Senjata Tajam
"Melihat kondisi beliau yang sudah lansia, tertipu, lalu lari dari rumah karena ketakutan dikejar rentenir, timbul rasa iba di hati saya. Niatnya murni ingin menolong meringankan beban hidup beliau," tutur Kombes Eddwi.
Tanpa berpikir panjang, Kabid Propam mengajak Nenek Rohila masuk ke ruang kerjanya. Kombes Eddwi pun merogoh kocek pribadi untuk melunasi seluruh tanggungan utang korban kepada rentenir.
Bantuan spontan ini berhasil memutus rantai teror, yang selama ini menghantui hari-hari Nenek Rohila. Kini, sang nenek bisa bernapas lega, terbebas dari jeratan utang, dan kembali pulang ke rumah dengan rasa aman.
Aksi teladan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kepolisian, tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penolong sejati, bagi masyarakat kecil yang sedang kesusahan.
Penulis: Riki Ramahdoni, jurnalis KompasTV Batam
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- nenek
- penipuan online
- kabid propam
- polda kepri
- korban penipuan





