Terkini, Bulukumba — Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Pembinaan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI PDM) Bulukumba, Sufriadi, mendorong agar gerakan dakwah Korps Da’i Muda Penggerak Desa (KAMPAS) terus diperluas dan mendapat dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah dan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Sufriadi di hadapan jamaah Pengajian Rutin Zona 1 yang diikuti unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dari Kindang, Gantarang Kota, Gantarang Raya, dan Bulukumba Kota.
Menurut Sufriadi, sebuah pertemuan tidak boleh berhenti hanya pada momentum kegiatan. Ia berharap pertemuan yang telah terbangun dapat menjadi awal lahirnya gerakan dan pertemuan-pertemuan berikutnya yang lebih luas.
“Sungguh sangat tidak enak, ketika selepas pertemuan ini kemudian berlalu begitu saja,” tegas Sufriadi pada bagian akhir dari pemaparan materi pengajiannya yang berlangsung Ahad (9/8/2026) di Punranga, Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang.
Ia berharap semangat yang lahir dari Pengajian Rutin Zona 1 dapat dilanjutkan dengan menghadirkan kegiatan serupa di wilayah lainnya.
“Kalau pertemuan ini hanya berputar dalam wilayah Zona 1, maka kita berharap lebih semangat lagi pada Zona 2 dan Zona 3,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sufriadi secara khusus mengajak dan meminta dukungan kepada para ayahanda dan ibunda Muhammadiyah dan Aisyiyah agar memberikan ruang bagi KAMPAS untuk bergerak lebih luas.
KAMPAS sendiri merupakan Korps Da’i Muda Penggerak Desa, sebuah gerakan dakwah yang dibentuk oleh Pemuda Muhammadiyah Bulukumba sebagai wadah para dai muda untuk mengambil peran dalam penguatan dakwah dan pembinaan keagamaan hingga ke tingkat desa.
“Untuk itu, saya meminta kepada Pemuda Muhammadiyah dengan KAMPAS-nya,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan harapannya agar para pimpinan dan peserta pengajian memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan gerakan tersebut.
“Mohon ayahanda, ibunda, kalau direspons dan didukung, KAMPAS ini akan ikut menjadi bagian dari pergerakan dakwah selanjutnya khususnya untuk Zona 2 dan Zona 3,” pintanya.
“Jangan hanya di sini, Zona 1, berputar,” tegasnya.
Menurut Sufriadi, keberadaan KAMPAS perlu terus didorong sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas jangkauan dakwah dan pembinaan umat. Ia menilai gerakan dai muda tidak akan maksimal apabila berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai unsur, khususnya keluarga besar Muhammadiyah di Kabupaten Bulukumba.
“Mari berkolaborasi demi mencapai tagline yang didorong Muhammadiyah, yaitu Islam Berkemajuan,” ajaknya.
Ia menegaskan bahwa cita-cita menghadirkan Islam Berkemajuan membutuhkan kontribusi dan keterlibatan seluruh elemen.
“Tidak akan mungkin tagline ini bisa tercapai tanpa kontribusi kita semuanya. Kita perlu berkolaborasi, khususnya untuk Muhammadiyah Bulukumba,” lanjutnya.
Merespons dorongan tersebut, Koordinator Kabupaten (Korkab) KAMPAS Bulukumba, diwakili oleh Sekretaris Korkab (Seskab) Zulfadli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang telah memberikan perhatian serta dukungan terhadap keberadaan KAMPAS sebagai gerakan dakwah dai muda penggerak desa di Kabupaten Bulukumba.
Zulfadli menyampaikan bahwa dukungan dari para ayahanda dan ibunda Muhammadiyah menjadi energi penting bagi KAMPAS untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Terima kasih kepada ayahanda dan ibunda yang telah memberikan ruang, kepercayaan, dan dukungan kepada KAMPAS. Bagi kami, dukungan ini merupakan amanah sekaligus penyemangat untuk terus bergerak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa KAMPAS pada prinsipnya siap menindaklanjuti harapan yang disampaikan dalam Pengajian Rutin Zona 1, khususnya terkait dengan perluasan gerakan menuju Zona 2 dan Zona 3.
Menurutnya, KAMPAS tidak ingin hanya hadir sebagai sebuah nama atau kegiatan sesaat, tetapi diharapkan benar-benar menjadi gerakan dakwah yang tumbuh, bergerak, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Kami di KAMPAS tentu sangat terbuka dan siap untuk berkolaborasi. Jika ayahanda dan ibunda memberikan ruang dan dukungan, insyaallah KAMPAS siap menyusun langkah dan jadwal untuk bergerak ke Zona 2 dan Zona 3,” jelas Zulfadli.
Ia juga mengajak seluruh unsur Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, organisasi otonom, pimpinan cabang, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan ruang kepada para dai muda agar dapat berkontribusi dalam pembinaan umat.
“Karena KAMPAS ini bukan hanya milik pengurus atau para dai yang ada di dalamnya. KAMPAS adalah bagian dari ikhtiar bersama dalam menggerakkan dakwah. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak,” tambahnya.
Zulfadli berharap momentum Pengajian Rutin Zona 1 dapat menjadi titik awal untuk memperluas jejaring dakwah KAMPAS di Kabupaten Bulukumba. Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis KAMPAS dapat hadir secara lebih terstruktur dan berkelanjutan di berbagai wilayah.
“Semoga apa yang disampaikan hari ini tidak berhenti sebagai wacana. Mudah-mudahan menjadi langkah awal untuk kita bersama-sama menggerakkan dakwah, memperluas silaturahmi, dan menghadirkan KAMPAS di zona-zona berikutnya,” harapnya.
Pengajian Rutin Zona 1 tersebut berlangsung secara panel dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ust. A. M. Yakin, M.M. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba, Hj. Banrialang, S.Pd., M.M. Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Bulukumba, serta Sufriadi yang selain sebagai Dai KAMPAS juga merupakan Ketua MPKSDI PDM Bulukumba.
Kegiatan dipandu oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, Amran.
Mengusung tema “Konstruksi Nalar IESQ Berbasis Ruhiyah: Menjawab Tantangan Disrupsi Moral dan Teknologi”, dengan subtema “Integrasi Spiritual, Emosional, dan Intelektual dalam Perspektif Islam Berkemajuan”, pengajian menjadi ruang penguatan nilai-nilai keislaman sekaligus peningkatan kapasitas kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial di era digital.
Kegiatan tersebut mengusung semangat “Bersinergi, Berilmu, dan Berkemajuan Bersama Muhammadiyah”, sebagai komitmen untuk terus menghadirkan kontribusi Muhammadiyah dalam penguatan nilai-nilai keislaman, pembangunan karakter, serta kehidupan demokrasi yang sehat di Kabupaten Bulukumba.




