REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR, – Relawan Grow Daily with Sebumi (GDS) memberikan ruang bagi anak-anak di panti asuhan UPTD Rumah Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) milik Dinas Sosial Aceh untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui permainan tradisional. Kegiatan yang mengangkat tema “Misi Lorong Waktu” ini berlangsung di Aceh Besar pada Minggu dan melibatkan sekitar 30 anak usia TK dan SD serta 20 relawan.
Direktur Yayasan Sebumi Official, Eriza Gusmanda, menyatakan bahwa interaksi antara relawan dan anak-anak panti menjadi kunci untuk membangkitkan semangat mereka. Pihaknya meyakinkan bahwa tidak ada batasan atau perbedaan di antara semua peserta.
“Dengan adanya interaksi antara relawan dan anak-anak panti, itu yang membuat semangat mereka bangkit. Kita meyakinkan bahwa tidak ada batasan, tidak ada perbedaan, kita semua sama,” ujar Eriza.
Bangun Interaksi dan Wawasan
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak bersama para relawan mengikuti berbagai permainan tradisional, di antaranya balap karung dan egrang batok. Para relawan tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut bergabung dalam kelompok permainan dan mendampingi anak-anak selama perlombaan berlangsung.
Eriza menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan kemerdekaan, melainkan juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan masyarakat dari luar lingkungan RSAN. Interaksi dengan relawan dari berbagai latar belakang ini diharapkan dapat memperluas wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih kesuksesan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pengasuh Asrama Putra RSAN, Muhajir, menyambut positif kegiatan bersama komunitas ini. Menurutnya, aktivitas positif semacam ini menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk membangun kemampuan bersosialisasi.
“Yang terpenting mereka merasa diperhatikan. Mereka merasa tidak sendiri,” kata Muhajir.
Muhajir menjelaskan bahwa interaksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dari berbagai bidang pendidikan, dapat memperluas pemikiran, wawasan, dan pengetahuan anak-anak. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan gambaran mengenai pilihan pendidikan dan profesi yang bisa menjadi motivasi untuk membangun cita-cita mereka.
Ia pun berharap semakin banyak komunitas dan generasi muda, khususnya mahasiswa, yang terlibat dalam kegiatan sosial bersama anak-anak RSAN sesuai dengan keahlian dan latar belakang masing-masing.
Sebagai informasi, RSAN merupakan lembaga sosial di bawah Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh yang memberikan perlindungan dan pembinaan kepada anak-anak dengan permasalahan sosial yang dirujuk pemerintah kabupaten/kota. Lembaga ini memiliki daya tampung sebanyak 60 anak, namun saat ini terdapat 63 anak yang dilindungi karena adanya kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan dan penyelamatan.