Menyambut kebijakan penerapan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN minimal 60 persen untuk mobil listrik murni pada tahun depan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berupaya melakukan berbagai persiapan.
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto menerangkan, perusahaan saat ini masih terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah hingga mitra-mitra terkait.
"Kita tentu sedang siapkan, diskusi dengan pemerintah dengan pihak surveyor tentang apa saja yang dapat kita lakukan. Kita sedang siapkan itu," buka Nandi ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (6/8).
Sejauh ini, PT TMMIN baru memiliki satu model battery electric vehicle (BEV) yang telah dibuat di dalam negeri yakni bZ4X. Namun nilai TKDN SUV setrum tersebut baru sebesar 20 persen dan akan segera ditingkatkan.
"Sekarang TKDN-nya kan 20 persen, nanti kita tambah 20 persen lagi tetapi sedang diskusi lebih lanjut dengan headquarter dan pemangku kebijakan," terang Nandi.
Syarat nilai TKDN minimal dituangkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Nandi bilang salah satu komponen yang menjadi tantangan untuk segera diproduksi lokal adalah baterai. Pabrikan pada tahap awal ini baru memproduksi lokal untuk kebutuhan model hibrida, namun secara bertahap akan beralih ke model BEV.
Sebelumnya pula Toyota Indonesia telah mengumumkan kerja sama strategis dengan perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL untuk pengembangan baterai kendaraan elektrifikasi.
"Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Nandi kala di Tangerang beberapa waktu lalu.
Dirinya mengungkapkan nilai investasi yang ditanam pabrikan untuk mewujudkan pengembangan baterai lokal tersebut senilai Rp 1,3 triliun. Nandi berharap, upaya ini dapat memperkuat ekosistem rantai pasok komponen berteknologi baru di dalam negeri.





