Api Masih Membara di Bromo, 3 Helikopter dan Drone Bantu Pemadaman

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Probolinggo (beritajatim.com) – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat. Pemerintah mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan water bombing guna menjangkau titik api yang sulit diakses oleh pasukan darat.

Menteri Kehutanan Raja Juli mengatakan, tiga helikopter tersebut telah dioperasikan untuk membantu memadamkan kebakaran yang sempat mengganas pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Saat meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (9/8/2026) sore, Raja Juli menyebut operasi udara masih menghadapi kendala cuaca. Sehari sebelumnya, penerbangan hanya dapat dilakukan hingga sekitar pukul 13.30 WIB.

“Tiga helikopter yang sudah beroperasi dari kemarin, dari dua hari yang lalu. Cuma memang terkendala oleh cuaca. Kemarin hanya bisa beroperasi sampai jam 13.30,” kata Raja Juli.

Namun, kondisi cuaca pada Minggu dinilai lebih mendukung. Hingga saat memberikan keterangan, sebanyak 17 kali water bombing telah dilakukan. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga sekitar 30 kali penjatuhan air.

“Alhamdulillah hari ini sangat cerah. Tadi dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing. Per tadi sudah ada 17, mungkin sekarang sudah ada perkembangan lain, tapi dihitung tadi masih ada waktu sekitar dua jam,” ujarnya.

Air untuk operasi water bombing diambil dari kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo. Selanjutnya, air diangkut menggunakan helikopter dan dijatuhkan ke titik-titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Raja Juli berharap kondisi cuaca tetap bersahabat sehingga seluruh target operasi udara dapat dimaksimalkan.

“Mudah-mudahan supaya cuaca tetap baik supaya nanti bisa genap 30 dan titik-titik api itu bisa dipadamkan, terutama di kelerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” katanya.

Selain tiga helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat tiga unit drone sprayer milik BPBD Jawa Timur. Drone tersebut digunakan untuk menyemprotkan air ke lereng dan sejumlah titik yang sulit dijangkau personel.

Upaya pengendalian kebakaran tidak hanya dilakukan dengan operasi udara. TNBTS juga memperkuat pencegahan agar api tidak kembali meluas dengan melakukan patroli di sepanjang sekat bakar di sisi selatan kawasan.

Sekat bakar tersebut memiliki panjang sekitar enam kilometer. Saat ini, sedikitnya 10 personel melakukan patroli menggunakan sepeda motor. Jumlah personel tersebut direncanakan ditambah hingga 20 orang.

Patroli dilakukan untuk memastikan api tidak melewati garis pengendalian yang telah dibuat.

Di sisi lain, pemadaman melalui jalur darat juga terus berlangsung. Sedikitnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi yang masih dapat dijangkau kendaraan. Operasi tersebut diperkuat satu unit mobil tangki milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dua unit mobil pemadam kebakaran tambahan dari Mojokerto dan Surabaya juga masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Di tengah upaya pemadaman, petugas masih menghadapi keterbatasan peralatan manual. Salah satunya adalah alat kepyok yang biasa digunakan untuk memukul dan meredam api secara langsung.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, meski jumlah alat tersebut terbatas, petugas tetap berupaya menggunakan sarana yang tersedia di lapangan, termasuk ranting pohon untuk meredam titik panas.

“Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat kepyok. Tapi dengan menggunakan ranting masih bisa dilakukan langkah-langkah untuk meredam api,” kata Emil.

Menurut Emil, pembagian tugas dilakukan berdasarkan kondisi titik kebakaran. Api berukuran besar dan berada di lokasi sulit dijangkau menjadi sasaran utama operasi water bombing. Sementara titik panas maupun api kecil ditangani secara manual oleh pasukan darat.

“Yang besar ditangani pakai helikopter. Tapi ada titik-titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual,” ujarnya.

Dengan strategi gabungan antara water bombing, drone sprayer, kendaraan pemadam, patroli sekat bakar, serta pemadaman manual, pemerintah berharap titik-titik api di kawasan Bromo dapat segera dikendalikan dan tidak kembali meluas. (rap/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Keracunan MBG, Keamanan Makanan Diminta Lebih Diperketat
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Telur Retak Boleh Dimakan atau Tidak? Simak Penjelasan Ahli
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komnas PA Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel: Harusnya Jadi Tempat Aman Anak
• 19 jam lalukompas.com
thumb
14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Lolos Seleksi di KY
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Jelang HUT RI, Menteri Imipas Agus Andrianto Ziarah ke Makam Pahlawan Daan Mogot
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.