Jakarta, tvOnenews.com - Penyebab kematian Sutrimo Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah masih misterius.
Kini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ikut turun tangan, setelah keluarga melaporkan kematian Sutrimo.
LPSK berencana mendatangi keluarga Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi keluarga sekaligus memetakan kebutuhan perlindungan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga Sutrimo.
- Antara
“LPSK jemput bola untuk kasus ini, kami akan ke keluarga secepatnya,” katanya kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Susi mengatakan LPSK akan terlebih dahulu menelaah potensi ancaman yang mungkin dihadapi keluarga serta bentuk perlindungan yang dibutuhkan.
Namun, jika hasil penelaahan menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan perlindungan segera, LPSK dapat mengambil langkah darurat.
“Tentu kami lakukan telaah dulu, tetapi kalau ada kebutuhan perlindungan secara darurat, LPSK bisa lakukan perlindungan darurat,” tuturnya.
Langkah LPSK ini tidak terlepas dari keputusan keluarga Sutrimo membawa persoalan kematian almarhum ke ranah hukum. Keluarga membuat laporan di Polresta Banyumas pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/79/Vll/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kematian seorang pria bernama Sutrimo yang belakangan dikaitkan dalam pesan berantai sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) milik tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Informasi yang beredar menyebutkan Sutrimo meninggal dunia pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam pesan tersebut, korban disebut sempat mengeluhkan sakit sebelum akhirnya tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung saat berada di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, berdasarkan keterangan rumah sakit, Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba. (Foe Peace Simbolon)




