DEPOK, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengungkap fakta baru usai polisi melakukan pendalaman terhadap pelaku, Saepul (26).
Salah satunya, kronologi pembunuhan yang disampaikan Saepul dalam keterangan awal berbeda dengan hasil pendalaman penyidik Polda Metro Jaya.
Saepul sebelumnya mengaku membunuh Kunaefi karena korban menyentuh dirinya.
Baca juga: Yayasan Sekolah Swasta Jaksel Minta Perlindungan Usai Temuan 995 Senjata, Para Siswa Jalani PJJ
“Dia pegang-pegang saya Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Ya sudah saya tak dorong kan,” tutur Saepul dalam video yang diterima Kompas.com, Rabu (5/8/2026).
Saepul mengatakan, Kunaefi kemudian membalas mendorong dirinya saat hendak menuju lantai bawah.
Di lokasi tersebut, Saepul mengambil sebilah pisau dari dapur. Ia kemudian kembali menghampiri Kunaefi dan menusukkan pisau tersebut ke bagian perut korban.
Menurut pengakuan Saepul, Kunaefi masih sempat melakukan perlawanan dengan menendangnya. Hal itu membuat Saepul emosi hingga akhirnya menarik kepala korban dan melukai lehernya.
Niat Menguasai Motor KorbanBerdasarkan hasil pendalaman penyidik, Saepul ternyata lebih dulu berusaha mengajak korban berhubungan, tetapi ditolak.
Meski demikian, penolakan tersebut bukan motif utama Saepul membunuh Kunaefi. Sebelum bertemu korban, Saepul telah berniat menguasai sepeda motor Honda PCX milik Kunaefi.
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, saat itu Saepul sedang mengalami masalah ekonomi dan baru berkenalan dengan Kunaefi melalui daring.
Baca juga: Ironi Satu Juta Sarjana Menganggur
Saepul kemudian melihat foto Kunaefi menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam. Dari situ, muncul niat untuk menguasai sepeda motor milik korban.
"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," ujar Breggy dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Niat tersebut bahkan disampaikan Saepul kepada salah satu temannya pada Kamis (23/7/2026) pagi.
Kepada temannya yang kini menjadi saksi mahkota, Saepul mengaku ingin memiliki sepeda motor.
Ketika ditanya oleh temannya tersebut mengenai cara ia akan mendapatkan motor impiannya, Saepul memberikan jawaban mengejutkan.





