JAKARTA, KOMPAS.TV - Polresta Banyumas, Jawa Tengah telah menerima laporan dari pihak keluarga terkait kematian Sutrimo, yang disebut bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P Silalahi, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin (10/8/2026).
"Benar, tadi malam kami sudah menerima adanya pengaduan dari keluarga dari almarhum Sutrimo," ungkap Petrus.
Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya ihwal laporan keluarga Sutrimo.
Menurut penuturannya, Polresta Banyumas akan melimpahkan penanganan kasus tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengingat lokasi perkara berada di Jakarta.
Baca Juga: Mantan Kabareskrim Dorong Ekshumasi Jenazah Sutrimo: Almarhum Saksi Kunci Kasus Febrie Adriansyah
"Kami sudah berkoordinasi dengan penyidik atau pihak kepolisian krimum di Polda Metro Jaya," ujarnya.
"Nanti kami akan melimpahkan laporan polisi tersebut, perkara tersebut ke krimum Polda Metro Jaya," sambung Petrus.
Sebelumnya pada Sabtu (8/8/2026), pihak keluarga resmi melaporkan kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas.
Laporan tersebut dilayangkan pihak keluarga karena ingin mendapat kepastian hukum terkait kematian Sutrimo di Jakarta Selatan.
"Keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematiannya wajar atau tidak," kata kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, Sabtu malam.
Menurut dia, sebenarnya pihak keluarga telah menerima kematian Sutrimo, namun belakangan muncul berbagai kabar yang dinilai simpang siur.
"Karena simpang siur berita, begitu kan segala macam, apalagi mohon maaf ada tuduhan katanya keluarga itu tidak melapor gara-gara dapat uang Rp1 miliar," ucap Aan.
Baca Juga: Alasan Keluarga Sutrimo Lapor Polisi, Singgung soal Ada Kabar Simpang Siur
Sebab itu, pihak keluarga kemudian memutuskan untuk melapor ke pihak berwenang untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo.
Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.
Sutrimo kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Taman Puring. Pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo sudah meninggal dunia saat tiba.
Peristiwa kematian Sutrimo saat ini tengah didalami Polda Metro Jaya.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- polresta banyumas
- laporan keluarga sutrimo
- kematian sutrimo
- keluarga sutrimo lapor polisi
- Sutrimo
- Febrie Adriansyah





