Pengakuan Jose Mourinho Sempat Tolak Man United Demi Cintanya pada Chelsea

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jose Mourinho akhirnya membuka suara mengenai salah satu rumor terbesar dalam sejarah sepak bola modern Inggris. Pelatih asal Portugal berusia 63 tahun tersebut mengonfirmasi bahwa ia sebenarnya telah sepakat untuk menggantikan posisi legendaris Sir Alex Ferguson di Manchester United pada tahun 2013 silam, sebelum akhirnya berubah pikiran di menit-menit akhir untuk kembali ke Chelsea.

Keputusan emosional ini diungkapkan langsung oleh Mourinho dalam serial dokumenter Netflix terbaru mengenai perjalanan kariernya. Pilihan tersebut tidak hanya mengubah jalan hidup Mourinho, tetapi juga mengubah peta persaingan Premier League saat Setan Merah akhirnya menunjuk David Moyes sebagai suksesor Ferguson.

Mourinho Lebih Cinta Chelsea

Kisah di balik layar ini juga dikonfirmasi oleh Sir Alex Ferguson. Mantan manajer legendaris Old Trafford yang mempersembahkan 13 gelar liga tersebut mengungkapkan bahwa kesepakatan verbal sebenarnya sudah terjalin erat. Ferguson sempat duduk bersama Mourinho dan menjelaskan situasi klub secara mendalam, dan meyakini bahwa mantan pelatih Real Madrid itu telah menerima pinangannya sebelum situasi mendadak berubah dalam hitungan jam.

Perubahan drastis tersebut dipicu oleh panggilan emosional dari Mourinho yang merasa tidak bisa mengingkari komitmennya kepada manajemen Chelsea. Ferguson mengenang momen emosional tersebut saat Mourinho menghubunginya malam-malam sambil menangis dan berkata, “Alex, saya tidak bisa menerimanya. Saya telah memberikan janji saya kepada Chelsea dan saya tidak akan mengingkari janji saya.” Meskipun kecewa, Ferguson mengaku sangat memahami alasan anak asuhnya tersebut.

Bagi Mourinho, melewatkan kesempatan emas untuk menjadi suksesor manajer sebesar Ferguson adalah hal yang dramatis. Namun, daya tarik emosional dari Chelsea jauh lebih kuat daripada tantangan di Old Trafford.

“Satu hal adalah cinta untuk sepak bola, hal lain adalah cinta untuk klub tertentu. Saya pikir ini lebih kuat daripada cinta untuk sepak bola dan pada dasarnya, setelah Real Madrid, saya perlu merasa dicintai,” lanjut pelatih berjuluk The Special One itu.

Keretakan Ruang Ganti dan Perang Dingin di Real Madrid

Sebelum momen dramatis penolakan United tersebut, karier Mourinho di Real Madrid juga diselimuti oleh ketegangan, khususnya dengan kapten tim Iker Casillas. Di bawah asuhan Mourinho, Madrid memang berhasil mematahkan dominasi Barcelona dengan menjuarai La Liga musim 2011-12 lewat rekor fantastis 100 poin. Namun, pada musim ketiganya, hubungan Mourinho dengan para pemain bintang merosot tajam.

Casillas mengakui bahwa hubungan mereka sangat dingin hingga mencapai titik jenuh yang merusak keharmonisan ruang ganti. Mantan gelandang Madrid, Sami Khedira, bahkan menyebut situasi ruang ganti saat itu sebagai mimpi buruk karena keputusan Mourinho membangkucadangkan sang kiper legendaris. Keretakan tersebut akhirnya merembet pada rusaknya hubungan Mourinho dengan pemain kunci lainnya seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos.

Mourinho membela keputusannya dengan menyebut para pemain Madrid saat itu terlalu dimanjakan. Ia menyoroti permintaan Casillas yang dianggapnya tidak profesional, mulai dari meminta libur lebih bagi pemain tim nasional hingga menggeser jam latihan demi menghindari macet di kota Madrid. Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan tidak mentoleransi sikap ramah pemainnya terhadap rival abadi mereka, Barcelona.

“Ketika Anda pergi ke tim nasional, Anda boleh mencium orang itu, tapi tidak sekarang. Ini adalah perang,” tegas Mourinho

Hubungan dengan Roman Abramovich

Hubungan rumit Mourinho dengan pemilik klub juga terjadi di Chelsea bersama Roman Abramovich, sosok yang mempekerjakannya dua kali dan juga memecatnya dua kali. Mourinho mengungkapkan bahwa taipan Rusia tersebut sering mengintervensi urusan teknis, termasuk memaksakan transfer striker Andriy Shevchenko pada 2006 seharga 30 juta poundsterling, padahal Mourinho sendiri sebenarnya menginginkan Samuel Eto'o.

Dendam akibat pemecatan pertamanya pada 2007 akhirnya terbayar lunas ketika Mourinho memimpin Inter Milan menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar Champions League tahun 2010. Mourinho secara terbuka mengakui laga tersebut adalah duel pribadi melawan sang mantan bos.

“Sejujurnya, saya bermain melawan Roman pada pertandingan itu. Saya bermain melawan orang yang memecat saya. Saya pulang dengan bahagia dan dia pulang dengan kecewa.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi El Nino, Akademisi Nilai Modifikasi Cuaca Lebih Efektif Sebelum Kekeringan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Pangan Senin 10 Agustus 2026: Cabai Keriting Melonjak 30,86 Persen
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Alami Kecelakaan Mobil, Bubah Alfian Akui Teringat Ramalan Mendiang Mama Lauren
• 5 jam lalucumicumi.com
thumb
Karya Pacific Energy (IATA) Optimistis Kinerja Bangkit usai Revisi Kuota RKAB
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Meneladan Pahlawan di Hari Kemerdekaan
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.