PROBOLINGGO, DISWAY.ID - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus mendapat penanganan serius.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau penanganan kebakaran pada Minggu (9/8).
Hingga Minggu pagi, luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 520 hektare.
BACA JUGA:Ompreng MBG Bakal Punya Batas Waktu Konsumsi, Lewat Jam Ini Dilarang Dimakan
Angka tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui melalui pemantauan serta verifikasi di lapangan.
Untuk mempercepat pemadaman, tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing.
Pemadaman dari udara difokuskan pada titik-titik api yang berada di wilayah dengan medan terjal dan sulit dijangkau pasukan darat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga menginstruksikan penutupan sementara secara total kawasan TNBTS.
Penutupan dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat memusatkan perhatian pada pemadaman api sekaligus mengantisipasi munculnya titik kebakaran baru.
BACA JUGA:Prabowo Gebrak BUMN! Pertamina hingga PLN Diperintahkan Pangkas Anak-Cucu Perusahaan
“Menginstruksikan Kepala Balai untuk menutup sementara secara total TN Bromo Tengger Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” ujar Raja Juli.
Menurut Raja Juli, keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.
“Safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini,” tegasnya.
Penanganan kebakaran TNBTS dilakukan melalui dua strategi, yakni pemadaman dari udara dan operasi darat.
Tiga helikopter saat ini digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat.
- 1
- 2
- 3
- »





