Cape Town, VIVA – Sedikitnya 11 orang tewas dalam tiga insiden penembakan terpisah di wilayah metropolitan Cape Town, Afrika Selatan, demikian disampaikan kepolisian, Minggu 9 Agustus 2026.
Kepolisian Afrika Selatan (SAPS) mengatakan penyelidikan telah dimulai atas penembakan yang terjadi di kawasan permukiman Khayelitsha, Langa, dan Gugulethu.
Dalam insiden pertama di kawasan Lingelethu West, Khayelitsha, tiga pria berusia 25, 31, dan 35 tahun ditembak hingga tewas, kata polisi.
Penembakan kedua terjadi di Winnie Mandela Street, kawasan KwaLanga, Langa. Empat pria dan seorang perempuan tewas dalam insiden tersebut.
Sementara itu, serangan ketiga yang terjadi permukiman informal Barcelona, Gugulethu, menewaskan dua pria dan seorang perempuan serta melukai dua orang lainnya, menurut kepolisian.
SAPS mengatakan sejumlah tim polisi tambahan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terjadinya penembakan, serta ke sejumlah wilayah lain yang dianggap memiliki tingkat risiko tinggi.
Komisaris Kepolisian Provinsi Western Cape, Letnan Jenderal Sizakhele Dyantyi, mengatakan motif di balik serangkaian serangan tersebut masih belum diketahui. Ia mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk membantu penyelidikan agar melapor kepada kepolisian.
Dyantyi juga mengumumkan hadiah sebesar 100.000 rand Afrika Selatan (sekitar Rp100,2 juta) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan para pelaku.
Ia mengatakan kekerasan geng dan kepemilikan senjata api ilegal masih menjadi tantangan keamanan utama di provinsi tersebut. (Ant)





