Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Menurun, PVMBG Tetap Pertahankan Status Waspada

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan penurunan selama periode 16-31 Juli 2026, tetapi status gunung api tersebut tetap berada pada Level II atau Waspada dengan radius bahaya dua kilometer.

Pengamat Gunung Lewotolok Stanislaus Ara Kian mengatakan evaluasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan aktivitas erupsi dan hembusan mengalami penurunan.

"Pengamatan visual periode 16-31 Juli 2026 menunjukkan aktivitas erupsi dan hembusan mengalami penurunan. Tinggi kolom erupsi mencapai 600 meter, sedangkan kolom asap hembusan mencapai 200 meter dari puncak," katanya.

Erupsi Masih Disertai Gemuruh dan Material Pijar

Erupsi Gunung Ile Lewotolok terkadang masih disertai suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang.

Petugas juga mengamati sinar api di puncak serta lontaran material pijar yang jatuh ke dalam kawah ketika erupsi terjadi.

Dalam periode pengamatan tersebut, petugas tidak melihat adanya aktivitas aliran lava.

Pemantauan kegempaan mencatat 821 gempa erupsi, empat gempa guguran, 1.312 gempa hembusan, 15 gempa harmonik, dan 17 tremor nonharmonik.

Petugas juga mencatat dua gempa frekuensi rendah, empat gempa hybrid, tujuh gempa vulkanik dangkal, 27 gempa vulkanik dalam, 10 gempa tektonik lokal, serta sembilan gempa tektonik jauh.

PVMBG menyatakan jumlah kegempaan secara umum mengalami penurunan dengan gempa hembusan masih mendominasi rekaman seismik.

Gempa vulkanik dangkal dan dalam masih terekam dalam jumlah relatif stabil yang menunjukkan adanya proses peretakan batuan akibat suplai magma menuju kedalaman lebih dangkal.

"Kondisi itu dapat meningkatkan tekanan pada tubuh Gunung Ile Lewotolok," ujar Stanislaus.

Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius Dua Kilometer

Pengamatan deformasi menggunakan metode Electronic Distance Measurements (EDM) menunjukkan fluktuasi jarak miring yang cenderung memanjang.

Pemantauan tersebut juga menunjukkan deflasi atau pengempisan tubuh gunung yang diperkirakan berkaitan dengan material erupsi yang masih cukup banyak dikeluarkan selama aktivitas vulkanik.

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, barat, serta timur laut gunung tersebut.

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah karena fenomena tersebut merupakan bagian dari aktivitas gunung api dalam fase erupsi.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta perlengkapan pelindung mata dan kulit guna mengantisipasi dampak abu vulkanik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Moto2 2026 Usai GP Inggris: Manuel Gonzalez Bertahan di Puncak, Mario Aji Jadi Juru Kunci
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Yayasan Ungkap Awal Mula Penemuan Senjata Api di Sekolah Jaksel
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Geng Motor di Medan Konvoi Bawa Sajam Siang Hari, Berakhir Diringkus Polisi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Laga Awal Hadapi Persib Bandung, Arema, dan Persita, PSM Makassar Bidik 7 Poin
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Wisata di Sekitar Bromo Masih Aman Dikunjungi Selama Akses ke Gunung Ditutup
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.