Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, kembali melontarkan pernyataan yang menyita perhatian. Kali ini, ia menduga terdapat upaya perlawanan terhadap sejumlah agenda utama Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya mulai menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pandangannya, serangan tersebut bukan datang secara acak. Said Didu bahkan menyebut adanya keterlibatan kelompok yang ia sebut sebagai "geng Solo", oligarki, partai coklat (parcok), hingga kemungkinan partai hijau (Parjo). Namun, ia tidak menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang dimaksud.
“Hipotesa saya, bahwa betul-betul terjadi sekarang serangan geng Solo, oligarki parcok, dan mungkin sekarang sudah ditambah Parjo, terhadap agenda utama Presiden Prabowo,” katanya dalam tayangan YouTube Manusia Merdeka - MSD belum lama ini.
Baca Juga: Guru Besar UGM Bicara soal Kisruh Ijazah Palsu: Pak Jokowi Kembalilah...
Said Didu menyebut dugaan perlawanan terhadap agenda Presiden Prabowo mulai terlihat sejak Juli lalu. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk serangan yang dimaksud.
“Mulai bulan Juli kemarin, bangkit perlawanan Solo, oligarki, parcok,” imbuh Said Didu.
Said Didu menjelaskan, ada tiga agenda yang menurutnya menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo dan layak mendapat dukungan.
“Agenda utama yang saya anggap bagus ada tiga, yaitu pemberantasan obor korupsi, obor penertiban oligarki, dan obor pengambilan aset negara,” ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Capek-capek Safari Politik, Elektabilitas PSI Segitu-segitu Saja
Menurutnya, jika benar ketiga agenda tersebut dijalankan secara serius, maka wajar apabila muncul pihak-pihak yang merasa terganggu dan melakukan perlawanan. Ia mengaku sudah memperkirakan situasi tersebut sejak awal pemerintahan Prabowo dimulai.
“Di awal pemerintahan, saya memang sudah menyatakan bahwa apabila Pak Presiden Prabowo bisa melakukan hal tersebut, maka saya duga akan terjadi perlawanan dari geng Solo, oligarki, parcok karena mereka lah yang terganggu dengan agenda tersebut,” ucapnya.
Lebih jauh, Said Didu mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya juga telah mengingatkan agar pemerintahan Prabowo dibersihkan dari pihak-pihak yang menurutnya berpotensi menghambat agenda tersebut.
“Dulu kita sudah menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo hanya bisa melakukan agenda tersebut dalam pemerintahannya memang bersih dari geng Solo, oligarki, parcok, dan berani melepaskan diri. Tapi faktanya ternyata tidak demikian yang terjadi,” lanjutnya.
Said Didu menilai Presiden Prabowo hingga kini masih belum sepenuhnya melepaskan diri dari kelompok-kelompok yang ia sebutkan. Keraguan itu, menurutnya, membuat agenda yang diharapkan belum berjalan secara maksimal.
“Karena terlalu kelihatan ragu, terlalu ragu dan orang publik tahu semua siapa sih geng Solo, oligarki, parcok, dan siapa yang masih dalam pemerintahan Presiden Prabowo,” terangnya.





