Rupiah Dibuka Menguat Rp17.810 per Dolar AS, Cadangan Devisa dan Inflasi AS Jadi Sorotan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), dan berada di dekat level psikologis Rp17.800. 

Penguatan rupiah ditopang kondisi cadangan devisa Indonesia yang masih relatif kuat serta pelemahan dolar AS di pasar global.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah naik 87 poin atau 0,49 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.897 per dolar AS.

Penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen domestik yang relatif positif. 

Dari sisi global, pelemahan indeks dolar AS turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak menguat.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS, Ternyata Ini Penyebabnya

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa Indonesia yang relatif kuat.

"Rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa yang relatif kuat," ujar Amru, Senin, dikutip dari Antara.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS, turun tipis dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai 145,6 miliar dolar AS.

Meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa tersebut masih memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan.

Namun, Amru mengingatkan, penurunan cadangan devisa juga menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih perlu diperhatikan.

Dolar AS Melemah, Rupiah Dapat Sentimen Positif

Dari sisi global, rupiah memperoleh dukungan dari pelemahan indeks dolar AS yang berada di level 99,6, atau menjadi posisi terendah sejak awal Juni 2026.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.972 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data PDB Indonesia dan NFP AS

Pelemahan dolar AS terjadi setelah data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Kondisi tersebut turut memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski rupiah mendapat sejumlah sentimen positif, pelaku pasar masih mencermati rilis data inflasi AS. 

Data inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed pada pertemuan September 2026.

Amru menjelaskan, hasil data inflasi AS akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Jika inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi meningkat. 

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS, Penurunan Harga Minyak dan PDB Indonesia Jadi Penopang

Kondisi tersebut dapat menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Sebaliknya, jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali meningkat. 

Kondisi itu berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap rupiah.

Dengan mempertimbangkan kondisi cadangan devisa domestik dan pelemahan dolar AS, rupiah masih diperkirakan memiliki peluang untuk menguat dalam jangka pendek.

Amru memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Namun, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas karena pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan data inflasi AS yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, rupiah mendapat dukungan dari posisi cadangan devisa Indonesia yang masih tinggi dan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi AS yang berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah menjelang pertemuan kebijakan The Fed pada September 2026. 

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat, Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Jadi Penopang Utama

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • rupiah
  • nilai tukar rupiah
  • cadangan devisa
  • dolar AS
  • rupiah hari ini
  • dolar hari ini
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Gudang Terbakar di Kosambi Tangerang, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Puluhan Ton Ikan Mati di Sungai Batanghari
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Bahagia, Ini 6 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 11 Agustus 2026: Pisces Dapat Sinyal Manis
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Program Padat Karya Dinilai Bisa Tekan Ketimpangan di Desa
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadiri Doa Keselamatan Bangsa, Zulhas Pamer Swasembada Pangan
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.