BEIJING - Lebih dari satu juta orang telah dievakuasi dari rumah mereka di wilayah China timur, termasuk Shanghai, saat Topan Dolphin mendarat pada Minggu (9/8/2026) malam. Topan ini membawa kecepatan angin maksimum 150 km/jam saat pertama kali menghantam Yuhuan di Provinsi Zhejiang.
Topan tersebut melumpuhkan transportasi di seluruh wilayah itu; sebanyak 1.400 penerbangan dibatalkan di Shanghai saja.
Otoritas China sebelumnya telah mengeluarkan peringatan merah—tingkat tertinggi—untuk Dolphin, namun pada Senin (10/8/2026) pagi statusnya diturunkan menjadi badai tropis. Badai ini bergerak ke arah daratan China, dan pihak berwenang terus memperingatkan adanya potensi hujan sangat lebat, banjir parah, serta risiko tanah longsor hingga Rabu (12/8/2026).
Hujan deras diperkirakan akan mengguyur Provinsi Shandong, Henan, Hubei, Anhui, Jiangsu, Zhejiang, serta kota Shanghai pada Senin.
Pemerintah daerah telah mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, sementara sejumlah objek wisata utama tetap ditutup, termasuk sebagian area Disneyland dan Legoland serta beberapa anjungan pandang di kawasan The Bund, Shanghai.
Rekaman yang ditayangkan media pemerintah memperlihatkan tempat usaha di lantai dasar kawasan bekas Konsesi Prancis di Shanghai—area yang populer di kalangan wisatawan—terendam banjir, serta warga yang berjalan menerjang genangan air setinggi mata kaki.
Sejumlah media pemerintah melaporkan bahwa seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun asal Wenling, Zhejiang, hilang setelah terseret arus ke laut. Pihak berwenang China belum melaporkan adanya korban jiwa.
Menurut prakiraan cuaca, sebagian wilayah Zhejiang berpotensi diguyur hujan dengan curah antara 250 mm hingga 500 mm dalam beberapa hari ke depan.



