Wamenkeu yakinkan investor soal kejelasan "underlying" ETF Emas

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung meyakinkan para investor bahwa instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas memiliki underlying (aset dasar) yang jelas yaitu berupa emas fisik.

"ETF Emas adalah produk keuangan. Namun di balik produk tersebut terdapat underlying berupa emas, emas real. Karena itu investor harus percaya bahwa emasnya ada,” ujar Juda dalam peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

Juda menilai peluncuran ETF Emas menjadi salah satu langkah konkret untuk memperdalam pasar modal Indonesia, sekaligus memperluas pilihan instrumen investasi bagi masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, peluncuran ETF Emas juga sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO), dan pemangku kepentingan lainnya.

“Peluncuran ETF Emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret dan bagian dari agenda tersebut,” ujar Juda.

Juda menjelaskan minat terhadap ETF Emas di pasar modal global terus mengalami peningkatan, yang mana aset kelolaan ETF Emas global mencapai 559 miliar dolar AS, dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton pada 2025.

“Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi, yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk. Kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” ujar Juda.

Menurut dia, kehadiran ETF Emas tidak hanya berkaitan dengan penambahan instrumen investasi baru, namun juga menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat pasar keuangan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tiga pesan utama, di antaranya pasar modal Indonesia perlu terus diperdalam, ETF Emas perlu menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional, serta inovasi harus berjalan bersama integritas.

“Pasar bulion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam. Pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Juda.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengembangan ETF Emas harus disertai dengan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan transparansi, perlindungan investor, serta pengawasan yang kuat.

“Tantangan kita berikutnya bukan hanya membuat pasar semakin besar, tetapi membuatnya semakin dalam dan semakin dipercaya,” ujar Juda.

Pada hari ini, OJK bersama SRO resmi meluncurkan instrumen investasi ETF Emas, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia.

"Saat ini kita sudah siap untuk meluncurkan ETF Emas di Indonesia. Ini juga menandai perluasan pasar bulion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF Emas," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat berharap instrumen investasi ETF Emas dapat menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia.

Selain itu, ia berharap instrumen ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion di tingkat nasional.

"Produk ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion nasional melalui integrasi antara Pasar Modal dengan bulion, sehingga mampu mendukung pendalaman pasar keuangan nasional," kata Samsul.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
YouTuber Bigmo Diperiksa Polisi Siang Ini
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Arti Mimpi tentang Rumah Besar dan Mewah, Ternyata Berkaitan dengan Pesan Kehidupan, Simak Penjelasannya
• 1 jam lalugrid.id
thumb
BPS minta UMKM Tak Takut Sensus Ekonomi 2026: Bukan untuk Pajak
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ini Dia Putri Nusantara, Salah Satu Wakil Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kaki gatal terus? Kenali 5 penyebab, cara mengatasi dan mencegahnya
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.