Investor Lokal Kuasai 64,7 Persen Aset Pasar Modal RI, Asing Mulai Balik Lagi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Investor domestik masih mendominasi kepemilikan aset di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), porsi investor lokal mencapai 64,71 persen per 7 Agustus 2026.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, mengatakan dominasi investor domestik terus meningkat sepanjang 2026. Porsinya naik dari sekitar 60 persen pada Januari menjadi 64,71 persen pada awal Agustus.

"Komposisi kita lihat dari Januari 2026 peningkatan dominasi asing, dominasi investor lokal terus berlangsung dimulai dari angka 60 di bulan Januari 2026 sampai saat ini di 64,71 persen,” ujar Samsul pada acara Peluncuran ETF Emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Meski sempat mencapai sekitar 65 persen pada Juni dan Juli 2026, porsi investor domestik mulai sedikit turun imbas kembali masuknya investor asing ke pasar modal Indonesia.

"Hanya saja akhir-akhir ini kelihatan bahwa investor asing sudah mulai masuk kembali ke pasar modal kita,” kata Samsul.

Samsul menyebut peningkatan harga saham turut mempengaruhi perubahan komposisi kepemilikan aset tersebut.

"Kemudian juga harga saham juga sudah mulai meningkat kembali, sehingga komposisinya mengalami penurunan dari 65 (persen) di bulan Juli ke 64,71 persen di 7 Agustus 2026,” lanjut dia.

Sementara itu, khusus kepemilikan saham, investor domestik juga masih menjadi mayoritas dengan porsi 59,3 persen. Investor asing menguasai 40,61 persen kepemilikan saham.

Dari sisi sebaran geografis, aktivitas dan kepemilikan efek masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. KSEI mencatat sekitar 64-65 persen SID berada di Jawa, dengan total aset investor mencapai Rp 5.586 triliun.

Sumatera berada di posisi berikutnya dengan porsi SID 19,34 persen dan nilai aset Rp 151 triliun. Kalimantan mencatat porsi SID 5,75 persen dengan aset Rp 1,33 triliun.

Kemudian Sulawesi memiliki porsi SID 5,66 persen dengan aset Rp 26 triliun. Sementara Bali, NTB, dan NTT memiliki porsi SID 3,61 persen dengan aset Rp 30 triliun. Adapun, Maluku dan Papua mencatat porsi SID 1,2 persen dengan total aset Rp 9 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Bekasi terapkan pertanian modern peralihan pola konvensional
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Susno Duadji Desak Ekshumasi Ungkap Kematian Sutrimo, Sebut Belum Dikatakan Wajar Tanpa Otopsi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pilkada Tak Pilih Wakil Kepala Daerah Perlu Kajian Mendalam, Tak Bisa Didasarkan "Perasaan"
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Terungkap! Pasca Temuan 996 Senjata & Narkoba di Sekolah, Yayasan Soroti Diduga Jadi Gudang Bisnis
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.