Ancaman Kekeringan Akibat El Nino, Guru Besar ITS Ingatkan Warga Hemat Air

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Ancaman kekeringan akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino membuat masyarakat perlu membiasakan penggunaan air secara lebih bijak, termasuk di Surabaya yang selama ini relatif memiliki pasokan air cukup besar.

Prof. Ali Masduqi Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengatakan, ancaman kekeringan ini harus jadi momentum mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan.

Langkah paling sederhana, bisa dimulai dari aktivitas sehari hari seperti mandi, menyikat gigi, mencuci baju, hingga berwudhu.

“Dalam penggunaan sehari-hari ya, misal wudhu, mandi dan sebagainya itu kita sebetulnya bisalah menggunakan air dalam jumlah secukupnya. Bukan sedikit ya, secukupnya gitu. Artinya dari sisi kebersihan bisa memenuhi syarat, kalau untuk wudhu ya sudah memenuhi syarat gitu. Itu sudah cukup lah jangan berlebih-lebih gitu,” kata Ali saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (10/8/2026).

Ia mencontohkan penggunaan air di tempat wudhu selama ini kerap berlebihan, karena debit keran terlalu besar.

“Terutama wudhu ini ya, saya amati di beberapa masjid itu airnya keras (kencang) sekali gitu. Sehingga banyak sekali yang terbuang, kan wudhu itu kan ada jeda gitu ya. Nah di antara jeda-jeda itu air ngocor terus terbuang. Padahal kan wudhu anjurannya hemat gitu kan,” ujarnya.

Ali menilai, pola pikir masyarakat perlu berubah dari sekadar merasa air masih tersedia, menjadi bagaimana menggunakan air sesuai kebutuhan. Hal tersebut penting karena meskipun Surabaya berada di wilayah hilir Sungai Brantas dan mendapat pasokan air relatif besar, kondisi itu bukan berarti ketersediaannya tanpa batas.

Sementara untuk Surabaya sendiri, dari sisi kuantitas, air memang relatif melimpah. Namun, ada tantangan lain berupa kualitas air di wilayah hilir yang lebih buruk karena akumulasi polutan dari daerah hulu.

“Dari sisi jumlah mungkin oke ya, tetapi dari sisi kualitas ini hilir itu adalah kondisi yang paling buruk kualitasnya karena mulai dari hulu, kalau Kali Surabaya itu kan dari Brantas, hulunya kan di Batu ya. Itu sudah mulai banyak sekali polutan masuk sedikit-sedikit. Sedikit lama-lama terkumpul di Surabaya gitu. Itu sisi kerugiannya,” jelasnya.

Selain itu, pengaturan debit air juga menjadi penting ketika memasuki puncak musim kering. Karenanya, Ali mengingatkan Perum Jasa Tirta (PJT) supaya menjaga distribusi air agar tidak seluruhnya dilepas sekaligus dan cadangan di bendungan tetap tersedia.

“Kalau dari debitnya oke tetapi PJT dalam hal ini adalah yang mengatur debit air Kali Surabaya itu juga harus hati-hati. Jangan jangan dilepas sepenuhnya ke Surabaya. Harus tetap diatur. Jangan sampai nanti pas puncaknya musim kering dam-dam kita itu habis (airnya). Jadi harus tetap diatur,” katanya.

Air Limbah Bisa Dimanfaatkan Kembali

Selain mengurangi penggunaan, Ali menyarankan masyarakat mulai memanfaatkan kembali air rumah tangga yang masih dapat digunakan. Menurutnya, air limbah tertentu dapat diolah secara sederhana untuk kebutuhan.

“Jadi misal untuk sekedar keperluan menyiram taman gitu ya. Nah itu enggak perlu pakai air PDAM. Gunakan saja air limbah yang sudah sedikit dilakukan treatment, pre-treatment begitu sudah tidak berbau. Nah itu gunakanlah untuk untuk menyiram tanaman gitu ya,” ujarnya.

Pengolahan sederhana bisa dilakukan dengan mengendapkan air limbah selama beberapa waktu. Kotoran yang mengendap serta busa sabun atau lemak yang mengapung kemudian dipisahkan. Demikian dengan air buangan dari pendingin ruangan (AC), menurutnya juga dapat dimanfaatkan kembali karena relatif lebih bersih.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi air di rumah untuk mencegah kebocoran yang membuat air terbuang tanpa disadari.

Ali menilai upaya penghematan tidak cukup dilakukan secara individu. Kebiasaan itu perlu jadi gerakan kolektif mulai level RT/RW. “Kita bisa menularkan lah dengan tetangga. Kalau di Surabaya itu kan adapetugas-petugas yang untuk lingkungan itu. Nah, itu bisa kita titip, nah ini pesan-pesan seperti ini,” katanya. (bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status WA Terakhir Aiptu Asep Suhara Sebelum Meninggal Korban Tabrak Lari, Singgung soal Anak
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Hikayat Tiga Babak Sutrimo
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Harga Daging Ayam Mulai Mendekati HAP, BPS Minta Pemda Perkuat Pengendalian
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dewata Challenge Series 2026: Persib Tantang Bali United dan Sabah FC, Live di Indosiar dan Vidio
• 6 jam lalubola.com
thumb
Mensesneg Sebut 336.000 Orang Lebih Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.