Menhut Bilang Modifikasi Cuaca Tak Bisa Dilakukan di Bromo, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan di kawasan Gunung Bromo belum dapat dilakukan. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, bersama bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Minggu (9/8/2026).

Kata dia, untuk mempercepat pengendalian kebakaran, tiga helikopter telah dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara (water bombing), khususnya pada titik-titik api yang berada di kawasan dengan kelerengan dan medan yang sulit dijangkau oleh pasukan darat.

Sementara, pasukan darat tetap melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api.


Dalam kunjungan itu, Raja Juli menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depannya (sejak 9 Agustus 2026).

Baca: Gunung Bromo Kebakaran-Ditutup, Jatim Siaga Darurat Karhutla 180 Hari
Apa alasan sebenarnya?

Hal itu, jelasnya, karena Operasi Modifikasi Cuaca sangat bergantung pada ketersediaan awan potensial yang memiliki kandungan uap air. Serta, karakteristik mikrofisika yang memadai untuk dilakukan penyemaian.

"Terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), berdasarkan hasil koordinasi, diskusi teknis, serta analisis kondisi atmosfer yang disampaikan oleh BMKG, dalam periode sekitar 10 hari ke depan kondisi meteorologis diperkirakan belum mendukung pelaksanaan OMC secara efektif," kata Raja Juli dalam keterangannya, dikutip Senin (10/8/2026).

"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam periode tersebut potensi pertumbuhan dan ketersediaan awan target yang memenuhi kriteria operasional diperkirakan relatif terbatas, sehingga peluang keberhasilan penyemaian awan untuk menghasilkan atau meningkatkan curah hujan belum optimal," sambungnya.

OMC, tambahnya, bukan merupakan proses menciptakan hujan dari kondisi atmosfer yang tidak berawan. Melainkan, upaya mengoptimalkan proses pembentukan hujan pada awan yang secara alami telah tersedia dan memenuhi persyaratan tertentu.

"Karena itu, pelaksanaannya harus mempertimbangkan secara cermat dinamika atmosfer, kelembapan udara, arah dan kecepatan angin, pertumbuhan awan konvektif, serta kandungan air dalam awan," tukasnya.

"Atas dasar pertimbangan teknis tersebut, OMC untuk sementara belum direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam 10 hari ke depan. Kondisi atmosfer dan potensi awan akan terus dipantau dan dievaluasi bersama BMKG. Apabila berdasarkan perkembangan prakiraan cuaca terdapat window of opportunity atau periode dengan kondisi atmosfer yang lebih mendukung, kesiapan pelaksanaan OMC dapat segera disesuaikan," terang Raja Juli.

Baca: Api Bromo Mulai Loncati Lautan Pasir, Pakar Ungkap Biang Keroknya

Dengan demikian, ucapnya, keputusan pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan kondisi atmosfer aktual.

"Agar operasi yang dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan tingkat efektivitas yang optimal," kata Raja Juli.

Penutupan Total di Semua Pintu Masuk Kawasan Gunung Bromo

Di sisi lain, Raja Juli pun menginstruksikan penutupan sementara secara total kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut sejak 3 Agustus 2026 kemarin.

Penutupan itu diumumkan Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha lewat surat yang dikeluarkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Penutupan diberlakukan untuk kunjungan wisata dari semua pintu masuk.

Hingga hari ini, Senin (10/8/2026), belum ada informasi terbaru kapan penutupan itu dicabut.

"Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh unsur dapat memusatkan perhatian pada upaya pemadaman kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi munculnya kebakaran di lokasi lain. Selain itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," ujar Raja Juli.

Baca: Kebakaran Taman Nasional Gunung Bromo Meluas, Ini Arahan Mensesneg
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (pakai rompi) bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (Dok. Kemenhut) Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (pakai rompi) bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (Dok. Kemenhut)
Berlaku Mekanisme Refund-Reshedule

Sementara, BB TNBTS dalam unggahan di akun Instagram resminya mengumumkan pemberlakuan Refund dan Reschedule Kunjungan Wisawatan Terdampak Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).

"Sehubungan dengan penutupan sementara kawasan Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan, wisatawan yang memiliki jadwal kunjungan mulai 9 Agustus 2026 - 11 Agustus 2026 (atau hingga kawasan kembali dibuka) dapat memilih opsi reschedule atau refund," tulis @/bbtnbromotenggersemeru.

Baca: El Nino OTW Sangat Kuat, Kepala BMKG Kasih Peringatan Begini


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Kawasan Wisata Ditutup Total

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dihadang Inflasi Amerika, Sanggupkah Harga Emas Terbang Tinggi Lagi?
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dikira Punya Pelaku Mutilasi Depok, Ini Klarifikasi Pemilik Piscok Pocin yang Sempat Rugi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Keseruan kumparan Hangout Bersama Bakti Budaya Djarum Foundation
• 38 menit lalukumparan.com
thumb
Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Jika AS Tak Penuhi Sejumlah Syarat Ini
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Terima Laporan B50 dari Dirut Pertamina, Minta Anak-Cucu BUMN Dikurangi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.