JAKARTA, KOMPAS.com — Pagi di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, bagi Yanvi (45) seorang narapidana narkotika, bukan sekadar tentang menjalani hari di balik tembok lapas.
Ada pekerjaan sampingan yang harus diselesaikan, pelatihan yang diikuti, hingga berbagai kegiatan olahraga dan keagamaan yang menjadi bagian dari kesehariannya sebagai warga binaan.
Hari-hari yang diisi dengan kegiatan itu menjadi salah satu cara Yanvi menjalani masa pembinaan sekaligus menghindari kejenuhan selama berada di dalam lapas.
"Saat ini saya (kerja) sampingan (di lapas), kegiatan giatja (kegiatan kerja)," kata Yanvi saat ditemui di Lapas Cipinang, Senin (10/8/2026).
Baca juga: 12 Paket Sabu Disembunyikan dalam Oseng Cumi di Lapas Cipinang, 2 Orang Ditangkap
Giatja atau kegiatan kerja menjadi salah satu aktivitas yang ia jalani.
Yanvi mengikuti kegiatan di Balai Latihan Kerja (BLK), termasuk membuat produk makanan untuk kebutuhan kantin.
"Kalau saya dari pagi biasanya kita bikin adonan roti gitu buat kantin," ujarnya.
Kegiatan kerja tersebut tidak hanya dilakukan sesekali.
Menurut Yanvi, aktivitas warga binaan berlangsung rutin setiap hari dari pagi hingga sore.
Baca juga: 220 Napi Berisiko Tinggi Lapas Cipinang Dipindahkan ke Nusakambangan
"(Aktivitas dilakukan kapan saja?) Setiap hari, ya," katanya.
Tidak semua warga binaan melakukan pekerjaan yang sama. Menurut Yanvi, ada yang mengikuti kegiatan konveksi dan menjahit.
Ada pula yang mengikuti berbagai kegiatan lainnya sesuai dengan program yang tersedia di lapas.
Bagi Yanvi, rutinitas tersebut membuat waktu di dalam lapas tetap terisi.
Selain bekerja dan mengikuti pelatihan, warga binaan juga dapat mengikuti kegiatan olahraga seperti basket, futsal, voli, hingga tenis meja.
Baca juga: Napi Sembunyikan HP di Lapas Cipinang, Diduga untuk Kendalikan Peredaran Etomidate
Sebagian lainnya mengikuti kegiatan keagamaan seperti menjadi santri dan tadarusan.
"Programnya di basket, futsal, voli, tenis meja. Ya sebagian santri, tadarusan. Sebagian lagi Giatja, BLK, latihan kerja," tutur Yanvi.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara rutin. Yanvi menyebut hampir sebagian warga binaan mengikuti pelatihan kerja maupun berbagai program yang tersedia.
Bagi warga binaan, aktivitas itu bukan hanya soal menghabiskan waktu.
Rutinitas dari pagi hingga sore membuat mereka memiliki kesibukan yang dapat membantu menjalani keseharian di dalam lapas.
Baca juga: 2 Napi Diduga Kendalikan Peredaran Etomidate, Lapas Cipinang Razia Kamar Warga Binaan
Di tengah rutinitas tersebut, Yanvi juga memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Lapas Cipinang.





