SANA’A, KOMPAS.TV - Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang kota pelabuhan Mocha yang dikuasai pemerintah pada Minggu (9/8/2026) malam.
Serangan tersebut menjadi serangan kedua di kota pesisir Laut Merah itu dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sumber militer Houthi kepada televisi Al-Masirah yang dikuasai kelompok tersebut mengatakan, serangan menargetkan depot senjata dan tempat konsentrasi pasukan Arab Saudi.
Dalam pernyataan yang diunggah di X, Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan permukiman warga menjadi sasaran rudal balistik dan drone. Namun sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah drone.
Baca Juga: Serangan Houthi Tewaskan Sedikitnya 30 Anggota Pasukan Yaman
Drone dan rudal juga digunakan dalam serangan sebelumnya pada Minggu. Pasukan Perlawanan Nasional yang bersekutu dengan pemerintah Yaman mengatakan sedikitnya tujuh orang yang terdiri dari empat tentara dan tiga warga sipil ditemukan tewas. Sementara itu, 15 warga sipil lainnya terluka.
Wakil Menteri Informasi Yaman Fayed al-Noman mengatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan dermaga pelabuhan, serta barang-barang komersial dan persediaan makanan.
Militer kemudian mengatakan rudal menghantam sejumlah wilayah, termasuk area di dekat sebuah stasiun televisi.
Mocha merupakan salah satu pelabuhan utama yang dikuasai pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Pelabuhan tersebut telah direnovasi untuk menangani aktivitas pelayaran yang menghindari pelabuhan Hodeida yang dikuasai Houthi.
Kelompok Houthi mengatakan mereka menargetkan pasukan militer dan gudang penyimpanan.
Sementara itu, Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya juga menargetkan kilang Aramco di Kota Jazan, Arab Saudi, dengan menggunakan drone.
Baca Juga: Rilis Rekaman! Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman | KOMPAS MALAM
Serangan itu disebut sebagai balasan terhadap serangan drone Arab Saudi yang memasuki wilayah udara Yaman di atas Provinsi Hajjah dan Saada.
Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan kebakaran terjadi di sebuah fasilitas milik kilang Aramco. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan hingga kini, Kementerian tidak menjelaskan penyebab terjadinya kebakaran.
Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa perang saudara di Yaman dapat kembali berkobar setelah gencatan senjata yang dicapai pada 2022.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- houthi
- aramco
- serangan ke arab saudi
- yaman





