Bekali Anak Sekolah Pentingnya Gizi Seimbang dan Aktif Bergerak

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Upaya membentuk kebiasaan hidup sehat perlu dimulai sejak usia sekolah. Kesadaran itu yang mendorong dosen Poltekkes Kemenkes Makassar.

Ini menggelar Program Edukasi Aktivitas Fisik dan Gizi (Presizi) bagi anak sekolah di Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Kegiatan Presizi dilaksanakan di dua sekolah. Pertama, SD INP Bertingkat Mamajang 2 pada 3 Juni 2026. Kemudian berlanjut di SDN 1 Mamajang Kota Makassar pada 7 Agustus 2026. Masing-masing kegiatan diikuti 60 siswa.

Ketua Tim Pengabdi, Prof. Rudy Hartono, SKM, M.Kes, mengatakan Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai perilaku hidup sehat melalui aktivitas fisik dan penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana edukasi dibuat tidak kaku. Anak-anak terlebih dahulu diajak mengikuti senam bersama yang dipandu tim pengabdi. Aktivitas tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan pentingnya bergerak aktif sekaligus membuat peserta lebih siap mengikuti materi.

Setelah senam, siswa mendapatkan edukasi mengenai konsep “Isi Piringku bagi Anak Sekolah Dasar.

Mereka diperkenalkan pada pentingnya memilih makanan bergizi seimbang serta mengatur jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Materi juga menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin.

Anak-anak diajak memahami bahwa bergerak aktif bukan hanya bermanfaat untuk menjaga berat badan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kebugaran dan konsentrasi saat mengikuti pembelajaran di sekolah.

Presizi tidak sekadar memberikan pengetahuan kepada anak. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan sehat yang dibawa hingga dewasa.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa hidup sehat itu dimulai dari dua hal sederhana: makan makanan bergizi seimbang dan aktif bergerak setiap hari. Jika ini ditanamkan sejak SD, maka akan berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan generasi ke depan,” ujarnya.

Dr. Rusli, Sp.FRS, menambahkan penerapan perilaku hidup sehat pada anak membutuhkan dukungan lingkungan. Sekolah dan orang tua dinilai memiliki peran penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh anak tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi diterapkan dalam keseharian.

“Melalui program PRESIZI ini kami berharap dapat meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, sehingga dapat mencegah masalah gizi seperti stunting, gizi kurang, maupun obesitas,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya, mengikuti sesi tanya jawab, serta terlibat dalam permainan edukatif yang mengajak mereka mengenali dan memilih makanan sehat.

Supervisor Dr. St. Nurul Fajriah, S.FT, Physio, M.Kes mengatakan program ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Edukasi yang dilakukan secara konsisten dinilai penting agar perilaku hidup sehat menjadi kebiasaan, bukan sekadar pengetahuan yang diperoleh saat kegiatan.

Melalui Presizi, Poltekkes Kemenkes Makassar mendorong sekolah, orang tua, dan anak untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang sehat.

“Harapannya, pemahaman tersebut berujung pada perubahan praktik hidup sehari-hari dan turut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar,” tuturnya.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Anjlok 0,69% ke level 6.365
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Aspirasi: Sarjana, Masih Jadi Tiket Masuk Dunia Kerja?
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Naik Empat Peringkat, Timnas Voli Putri Indonesia Kini Bertengger di 56 Besar Dunia
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Gangguan KRL Dekat Stasiun Kampung Bandan Sore Ini Selesai, Perjalanan Kembali Normal
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem
• 10 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.