JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan tewas tertabrak KRL Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyebut korban diduga melakukan upaya bunuh diri dengan cara melompat ke rel ketika sebuah kereta hendak berhenti.
"KAI Commuter melakukan penanganan terhadap insiden orang tertemper yang diduga bunuh diri di Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu pada Senin (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB," kata Leza dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Setelah insiden terjadi, kata Leza, petugas pengamanan di Stasiun Jurangmangu yang sedang bertugas langsung mengamankan area kejadian untuk mencegah pengguna KRL lain mendekati lokasi.
Baca juga: Kebakaran Dekat Stasiun Kampung Bandan, KRL Tanjung Priok-Jakarta Kota Sempat Terganggu
Petugas juga langsung menghubungi kepolisian dan layanan medis untuk menangani peristiwa ini.
Polisi tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengevakuasi korban selama kurang lebih satu jam.
Tepat pada pukul 18.30 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai dan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban disebut telah mengetahui peristiwa itu dan mendatangi Stasiun Jurangmangu.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu. Petugas KAI Commuter bersama pihak terkait telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, layanan medis dan pihak keluarga tentunya,” ungkapnya.
Adapun, Leza menyebut peristiwa ini berimbas keterlambatan perjalanan KRL relasi Tanah Abang - Rangkasbitung.
Baca juga: Misteri Kematian Sutrimo, Polda Metro Akan Bongkar Makamnya Rabu
Beberapa perjalanan yang mengalami gangguan jadwal imbas proses evakuasi ini meliputi:
- Commuter Line No.1742D (Tanah Abang–Parung Panjang): Keterlambatan 25 menit.
- Commuter Line No.1744D (Tanah Abang–Rangkasbitung): Keterlambatan 22 menit.
- Commuter Line No.1746D (Tanah Abang–Rangkasbitung): Keterlambatan 20 menit.
- Commuter Line No.1748D (Tanah Abang–Tigaraksa): Keterlambatan 14 menit.
KAI Commuter pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna terkait keterlambatan operasional tersebut.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna Commuter Line atas adanya insiden ini sehingga berdampak pada keterlambatan perjalanan Commuter Line sore ini selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami," ungkap Leza.
Baca juga: Kebakaran di Kampung Bandan Padam, KRL Tanjung Priok-Jakarta Kota Kembali Normal
KAI Commuter pun mengimbau seluruh penumpang untuk selalu memprioritaskan keselamatan selama berada di area stasiun dan senantiasa mematuhi arahan dari petugas di lapangan.
Leza juga mengajak masyarakat agar lebih peduli serta memberikan dukungan psikologis kepada orang-orang di sekitarnya.
“KAI Commuter menyampaikan duka dan keprihatinan kepada keluarga atas kejadian tersebut serta menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang,” tutup Leza.
Catatan redaksi: Depresi hingga keinginan bunuh diri dapat terjadi pada siapa saja. Segera konsultasi dengan profesional jika Anda mengalami masalah kesehatan mental.
Kontak bantuan:
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/




