BANDUNG, 10 Agustus 2026 — Bagi sebagian besar pelajar SMA dan SMK di Jawa Barat, memiliki SIM dan bisa mengendarai kendaraan sendiri adalah simbol kemandirian yang dinanti-nantikan. Namun, kemerdekaan di jalan raya juga menuntut tanggung jawab besar—sebuah pelajaran yang tak selalu didapat dari buku teks.
Menjawab kebutuhan itu, inDrive meluncurkan kampanye “Drive Your Future” , sebuah inisiatif edukasi keselamatan berkendara yang menyasar generasi muda. Fase pertama program ini sukses menjangkau ratusan siswa kelas XII di enam sekolah menengah atas dan kejuruan di tiga kota/kabupaten Jawa Barat.
Belajar Keselamatan, Bukan Sekadar TeoriKampanye ini digelar pada pekan pertama Agustus 2026 dengan rangkaian kunjungan ke sekolah-sekolah:
- SMKN 1 Purwakarta dan SMAN BCC Purwakarta (4 Agustus)
- SMKN 4 Bandung dan SMKN 7 Bandung (6 Agustus)
- SMAN 2 Garut dan SMKN 2 Garut (7 Agustus)
Para siswa yang telah memenuhi usia legal untuk berkendara mendapatkan materi yang jauh lebih dari sekadar rambu lalu lintas. Mereka diajak memahami perilaku berkendara yang bertanggung jawab, pentingnya kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain, serta kebiasaan aman yang harus dibawa setiap kali mereka menyalakan mesin kendaraan.
Tak hanya teori, inDrive juga memperkenalkan berbagai layanan transportasi yang mereka miliki sebagai alternatif mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau—sebuah pilihan cerdas bagi pelajar yang mungkin belum siap atau belum memiliki kendaraan pribadi.
Membangun Budaya Sadar Risiko Sejak DiniRio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, menegaskan bahwa membangun budaya keselamatan berkendara tidak bisa dimulai saat kecelakaan sudah terjadi. Ia menekankan pentingnya menanamkan kesadaran sejak usia muda, saat kebiasaan mulai terbentuk.
“Kami percaya bahwa edukasi merupakan langkah awal dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman. Melalui fase pertama kampanye Drive Your Future, kami ingin membekali para pelajar dengan pengetahuan mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus mengajak mereka menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab di jalan. Mobilitas yang aman tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga pada perilaku setiap pengguna jalan,” ujar Rio.
Pesan ini penting mengingat data kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih didominasi oleh pengendara muda. Dengan membekali mereka sejak dini, diharapkan angka fatalitas di jalan raya bisa ditekan.
Antusiasme Tinggi, Respons Positif dari SiswaWahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia, mencatat bahwa respons para siswa selama sesi safety briefing sangat positif. Mereka tidak hanya duduk diam mendengarkan, tetapi aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi keselamatan serta layanan inDrive.
“Kami melihat antusiasme yang cukup tinggi dari para siswa. Mereka aktif menyimak, bertanya, dan berdiskusi mengenai keselamatan berkendara. Respons ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan dan pengenalan pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini,” ujar Wahyu.
Fase Berikutnya: Mahasiswa dan Kampus AmbassadorKeberhasilan fase pertama ini menjadi motivasi bagi inDrive untuk melanjutkan kampanye ke fase berikutnya. Kali ini, sasaran bergeser ke mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.
Tidak hanya edukasi keselamatan berkendara, fase kedua akan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung sebagai Kampus Ambassador inDrive. Para ambassador ini akan menjadi perwakilan di lingkungan kampus, bertugas:
- Mengedukasi rekan-rekan mahasiswa tentang keselamatan berkendara
- Mengkampanyekan budaya mobilitas yang bertanggung jawab
- Memperkenalkan layanan inDrive sebagai pilihan transportasi sehari-hari yang aman dan terjangkau
Dengan pendekatan ini, inDrive tidak hanya berbicara tentang keselamatan, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan di komunitas mereka sendiri.
Lebih dari Transportasi, Mitra EdukasiKampanye “Drive Your Future” menjadi bukti bahwa inDrive tidak hanya hadir sebagai platform transportasi, tetapi juga sebagai mitra yang aktif mendorong terciptanya ekosistem mobilitas yang lebih aman melalui edukasi dan pemberdayaan komunitas.
Bagi para pelajar dan mahasiswa, program ini adalah pengingat bahwa menjadi pengendara yang baik bukan hanya soal bisa mengemudi, tetapi juga tentang memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama pengguna jalan. Karena di jalan raya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama—dan itu adalah pelajaran yang tak kalah penting dari pelajaran apa pun di sekolah.





