Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengelola angkutan perairan menuju Kepulauan Seribu muali 2027.
Pramono menilai badan usaha milik daerah (BUMD) ini memiliki kepercayaan publik yang cukup besar, terbukti dengan Transjakarta yang telah mengelola kurang lebih hampir 10.000 bus. Selain itu, jumlah pengguna Transjakarta juga semakin meningkat.
“Maka saya sudah memutuskan, mulai tahun depan nanti, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Pulau Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Pulau Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.
Pramono menyebutkan jika transportasi menuju Kepulauan Seribu ditangani oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan sebagian oleh para pelaku di lapangan, yang rata-rata merupakan masyarakat Pulau Seribu.
Namun, menurut Pramono, hal itu kemudian menjadi sangat tidak efisien. Untuk itu, ia memutuskan agar transportasi menuju Kepulauan Seribu nantinya dikelola oleh Transjakarta.
Salah satu tujuan utama pengalihan pengelolaan ini adalah menjadikan akses transportasi bagi warga Kepulauan Seribu lebih mudah dan efisien. Selama ini, perjalanan dari daratan Jakarta ke Pulau Seribu memerlukan beberapa tahap, seperti perjalanan darat ke pelabuhan, kemudian dilanjutkan dengan kapal laut yang operasionalnya seringkali tidak terintegrasi secara optimal.
Bagi Pramono, masyarakat Kepulauan Seribu berhak mendapatkan akses dan fasilitas transportasi publik yang setara dengan warga di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
"Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu. Maka saya sudah memutuskan, mulai tahun depan nanti, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Kepulauan Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Kepulauan Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu," ucapnya.
Dengan TransJakarta sebagai pengelola baru, diharapkan seluruh proses perjalanan ini dapat terintegrasi dengan baik sehingga memudahkan mobilitas warga Pulau Seribu maupun warga Jakarta yang hendak berkunjung ke kepulauan tersebut.
Kemudahan ini tidak hanya terbatas pada aspek teknis transportasi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keterjangkauan bagi pengguna jasa.
"Dengan demikian warga di Pulau Seribu pasti akan mendapatkan kemudahan transportasi ke Pulau Seribu," imbuhnya.
Dia mengatakan nantinya, mekanisme pengelolaan transportasi tersebut akan dimatangkan.
“Karena harus merubah Perda (Peraturan Daerah), Pergub (Peraturan Gubernur), dan nanti berapa tarifnya. Yang pasti, tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional, seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta,” ungkap Pramono.
Baca Juga:Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Presiden Prabowo





