VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan John Herdman masih mendapat dukungan untuk melanjutkan pekerjaannya bersama Timnas Indonesia.
Dukungan tersebut diberikan meski Herdman gagal membawa Skuad Garuda memenuhi target pada turnamen besar pertamanya. Timnas Indonesia harus tersingkir lebih awal dari ASEAN Championship 2026 setelah hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen Grup A.
Kegagalan itu tentu menjadi sorotan mengingat Herdman ditunjuk untuk membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi. Namun, Erick Thohir menilai perjalanan tim nasional tidak bisa hanya diukur dari satu hasil pertandingan atau satu turnamen.
Menurut Erick, pemerintah bersama PSSI tetap berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada tim nasional, termasuk memenuhi kebutuhan pelatih dan pemain. Dukungan tersebut juga mencakup pemain yang berkarier di kompetisi domestik maupun mereka yang bermain di luar negeri.
Erick menegaskan sepak bola Indonesia saat ini sudah menunjukkan perkembangan. Ia mencontohkan keberhasilan Timnas Indonesia meraih prestasi di SEA Games sebagai salah satu bukti bahwa pembinaan dan perjalanan sepak bola nasional berada di jalur yang positif.
Erick juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pelatih yang pernah menangani tim nasional. Mulai dari Indra Sjafri, Nova Arianto, Shin Tae-yong, Patrick Kluivert hingga John Herdman dinilai telah memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Karena itu, Erick meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian hanya berdasarkan hasil buruk di satu kompetisi. Ia menilai kebutuhan tim nasional harus terus didukung, terutama agar pelatih memiliki keleluasaan dalam menjalankan program yang sudah disusun.
Erick juga mengingatkan bahwa perkembangan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh prestasi timnas putra. Menurutnya, Timnas Putri Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi setelah berhasil meraih gelar juara AFF Women's Cup secara beruntun.
Prestasi tersebut dinilai sebagai bagian dari proses panjang untuk meningkatkan level sepak bola Indonesia secara keseluruhan. PSSI pun disebut tengah menyiapkan cetak biru atau blueprint sepak bola nasional menuju 2030.
Erick menilai target tersebut tidak mungkin dicapai apabila seluruh pihak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, PSSI, pelatih, pemain, klub, serta masyarakat harus memiliki visi yang sama untuk membangun sepak bola Indonesia.





