Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai peningkatan kepuasan jamaah haji Indonesia pada 2026 menunjukkan perbaikan layanan penyelenggaraan ibadah haji mulai dirasakan jamaah.
"Hasil survei menunjukkan bahwa berbagai perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai dirasakan manfaatnya oleh para jamaah," kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi hasil Survei Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Survei terhadap 14.400 responden mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 sebesar 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan.
BPS pada 2026 menggunakan pendekatan pengukuran yang lebih menyeluruh dengan menilai rangkaian pelayanan mulai dari persiapan jamaah di dalam negeri hingga kepulangan ke Tanah Air.
Sementara jika dihitung menggunakan metodologi yang sama dengan tahun sebelumnya, Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45 atau meningkat 2,99 poin dibandingkan 2025 yang sebesar 88,46.
Berdasarkan tahapan pelayanan, indeks kepuasan layanan di dalam negeri tercatat 83,85 dan layanan di luar negeri 82,71.
Pelayanan di bandara mencatat indeks kepuasan tertinggi sebesar 84,76.
Qodari mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petugas haji, pemerintah Arab Saudi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, sehat, dan khusyuk," katanya.
Meski tingkat kepuasan meningkat, Qodari mengatakan pemerintah tetap melakukan evaluasi, terutama terhadap pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) serta kesiapan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan.
Menurut dia, hasil survei tersebut menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji.
"Setiap angka adalah masukan dari jamaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik," kata Qodari.
Baca juga: BPS rilis IKLHI 2026, Menhaj: Alhamdulillah, pelayanan haji luar biasa
Baca juga: BPS rilis Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 capai 83,28 poin
Baca juga: Arab Saudi apresiasi sinergi Indonesia sukseskan pelaksanaan haji 2026
"Hasil survei menunjukkan bahwa berbagai perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai dirasakan manfaatnya oleh para jamaah," kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi hasil Survei Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Survei terhadap 14.400 responden mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 sebesar 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan.
BPS pada 2026 menggunakan pendekatan pengukuran yang lebih menyeluruh dengan menilai rangkaian pelayanan mulai dari persiapan jamaah di dalam negeri hingga kepulangan ke Tanah Air.
Sementara jika dihitung menggunakan metodologi yang sama dengan tahun sebelumnya, Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45 atau meningkat 2,99 poin dibandingkan 2025 yang sebesar 88,46.
Berdasarkan tahapan pelayanan, indeks kepuasan layanan di dalam negeri tercatat 83,85 dan layanan di luar negeri 82,71.
Pelayanan di bandara mencatat indeks kepuasan tertinggi sebesar 84,76.
Qodari mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petugas haji, pemerintah Arab Saudi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, sehat, dan khusyuk," katanya.
Meski tingkat kepuasan meningkat, Qodari mengatakan pemerintah tetap melakukan evaluasi, terutama terhadap pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) serta kesiapan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan.
Menurut dia, hasil survei tersebut menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji.
"Setiap angka adalah masukan dari jamaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik," kata Qodari.
Baca juga: BPS rilis IKLHI 2026, Menhaj: Alhamdulillah, pelayanan haji luar biasa
Baca juga: BPS rilis Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 capai 83,28 poin
Baca juga: Arab Saudi apresiasi sinergi Indonesia sukseskan pelaksanaan haji 2026





