jpnn.com - JOMBANG - KH Abdussalam Shohib a.k.a Gus Salam makin mantap untuk menyiapkan diri bersaing dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, yakni menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU.
Itu setelah Gus Salam mendapat restu dari Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri.
BACA JUGA: Gus Miftah: Istana Hormati Muruah Ulama, Tak Intervensi Muktamar NU
Gus Salam mendapatkan izin itu dalam rangkaian silaturahmi keluarga besar PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di kasepuhan PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Minggu (9/8).
"Izin, nasihat, restu dan doa saya dapatkan dari keluarga besar untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Maju bukan untuk jabatan. Tapi untuk khidmah. Bismillah," tutur Gus Salam.
BACA JUGA: Muktamar ke-35 NU, Ketua PCNU Kediri Optimistis Gus Salam Mendapat Dukungan Mayoritas di Jatim
"Silaturahmi Bani Bishri ini sengaja kami hadirkan 17 hari menjelang Muktamar ke-35. Agar semuanya clear ketika saya berikhtiar secara total berusah menjadi ketua umum PBNU sebagaimana amanah dan perintah dari guru-kiai saya,” imbuhnya.
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Bertemu Gus Yahya Menjelang Muktamar NU, Bahas Apa?
Bagi Gus Salam, meminta restu ke keluarga Bani Bishri dan kelurga pesantren lainnya adalah bagian dari adab.
Dia juga berencana bersilaturahmi kepada keluarga di PP Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri.
"NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kami bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” ujar Gus Salam.
Ketua yayasan PP Mamba’ul Ma’arif; Nyai Hj. Muflichah Shohib, kakak kandung Gus Salam, di tengah acara silaturrohim Bani Bishri memberikan tanggapan sekaligus pesan kepada adiknya agar menata niat dan kesungguhan meneladani kakeknya, KH Bishri Syansur dalam khidmah di NU.
“Ini bukan sekedar restu, tetapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah Bishri Syansuri, menjaga ideologi dan tradisi, serta menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Nyai Muflichah. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




