Dokter Forensik Sebut Hasil Otopsi Sutrimo Bisa Memerlukan Waktu Berbulan-bulan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Pengamat hukum dan kepolisian, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan (bawah tengah) dan Dokter Forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Oktavinda Safitry (kanan bawah) dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (10/8/2026). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dokter Forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Oktavinda Safitry, menyebut waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil otopsi jenazah, khususnya untuk mendeteksi adanya racun, bisa mencapai berbulan-bulan.

Oktavinda menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (10/8/2026), membahas rencana ekshumasi dan otopsi jenazah Sutrimo, pegawai eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang tewas dengan mulut berbusa.

Ia menjawab pertanyaan tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk ekshumasi dan otopsi hingga hasilnya diketahui.

“Jadi kalau untuk gali kuburnya sendiri kan bisa langsung dilakukan ya, kemudian mengambil banyak organ segala macam, itu sebenarnya hitungannya jam ya,” kata dia.

Baca Juga: Fakta Baru Kematian Sutrimo, Keluarga Lapor Polisi Ungkap Dugaan Kejanggalan | MBG

“Tapi kemudian kan ada sampel-sampel yang harus diambil. Nah, sampel-sampel yang harus diambil. Terus kita kan tadi punya banyak dugaan kan pasti dokter-dokternya, gitu ya,” ucap dia.

Sampel-sampel yang diambil tersebut, kata dia, harus diperiksa satu per satu, sehingga kemungkinan yang akan memakan waktu adalah proses pemeriksaan di laboratorium.

“Nanti ini kan harus diperiksa satu per satu. Itu nanti lab-nya yang mungkin akan agak lama. Tergantung apa yang mau diperiksa. Apakah memang bisa diperiksa di sini ataukah harus diperiksa ke tempat lain, gitu.”

“Jadi mungkin bahkan bisa sampai bulanan sebenarnya gitu kalau untuk mendeteksi racun tadi,” ujar dia.

Sebelumnya, dalam dialog yang sama, ia menyebut keberhasilan otopsi terhadap jenazah Sutrimo tergantung pada apa yang dicari dari jasad tersebut.

Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan proses otopsi terhadap mayat yang sudah dimakamkan, termasuk kondisi tanah di pemakaman.

“Jadi kan ada banyak penyulit nih, ada faktor pembusukan, kemudian kita juga enggak tahu nih kondisi tanah di dalamnya seperti apa. Itu juga kan mempengaruhi proses pembusukannya tadi, begitu,” ucapnya.

“Jadi bukannya enggak bisa, masih bisa, tapi memang mungkin akan ada penyulit gitu ya. Ada berbagai hal yang ya kita masih belum tahu nih. Jadi memang biasanya harus sangat hati-hati, gitu.”

Sebab, lanjut dia, dalam melakukan otopsi dokter akan membuka rongga-rongga tubuh jenazah dan memeriksa organnya satu persatu.

Dari situ kemudian dokter forensik akan mencari kelainan pada masing-masing organ untuk menyimpulkan penyebab kematian.

Baca Juga: Jelang Rencana Ekshumasi, Polisi Perketat Penjagaan Makam Sutrimo di Banyumas

Saat ditanya apakah masih bisa ditemukan dalam waktu tiga minggu setelah jenazah dikuburkan, ia menyebut tergantung apa yang ingin ditemukan dari otopsi itu.

“Tergantung sebenarnya mau kita cari apa, kan gitu. Gitu ya. Jadi tergantung juga tadi pembusukannya sudah sejauh mana. Itu yang sebenarnya kita belum tahu kan, begitu.”

“Jadi mungkin aja ternyata tanahnya tadi justru baik sehingga mempreservasi jenazahnya, gitu sehingga masih ada organ-organ yang masih cukup baik pemeriksaannya,” ucapnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kematian sutrimo
  • sutrimo
  • ekshumasi jenazah sutrimo
  • dokter forensik
  • pegawai eks jampidsus
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Naik Empat Peringkat, Timnas Voli Putri Indonesia Kini Bertengger di 56 Besar Dunia
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Editorial MI: Kasta-Kasta di Bilik Kesehatan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Takalar Perkuat Kompetensi ASN, Gandeng UIN Alauddin Gelar Pelatihan AI
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Viral, Tentara Houthi Urungkan Sniper Pasukan Arab Saudi yang Lagi Shalat
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Pajak Rumah Kontrakan 2027 Ramai Dibahas, DJP Tegaskan Bukan Pajak Baru
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.