TNI Kerahkan Dua Helikopter Bell Evakuasi Warga dari Pedalaman Ugimba Papua Tengah

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Koops TNI Habema mengevakuasi seorang warga lokal dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu (9/8/2026), dengan mengerahkan dua unit helikopter Bell dan 11 personel. Evakuasi dilakukan karena warga tersebut ditemukan berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Proses penyelamatan berlangsung di tengah kondisi geografis Ugimba yang dikenal memiliki akses darat terbatas, perubahan cuaca yang cepat, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga disebut masih menjadi perhatian karena menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan.

Menurut keterangan Koops TNI Habema, warga tersebut ditemukan saat personel melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah. Karena lokasinya berada jauh dari permukiman dan tidak memungkinkan dijangkau kendaraan darat, diputuskan untuk melakukan evakuasi udara.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna, S.H., M.Si., mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, dan faktor keamanan di lapangan.

"Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan," ujar M. Wirya Arthadiguna.

Evakuasi berlangsung pada Minggu (9/8) pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Dua unit helikopter Bell diterbangkan untuk mengangkut warga tersebut keluar dari lokasi yang sulit dijangkau menuju Distrik Sugapa.

Setibanya di Sugapa, warga tersebut diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya. Penyerahan dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar yang bersangkutan dapat memperoleh penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya.

Operasi tersebut menjadi salah satu contoh penggunaan jalur udara dalam penanganan kondisi darurat di wilayah pedalaman Papua, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur transportasi darat dan tantangan geografis yang tinggi.

Koops TNI Habema menyebut seluruh rangkaian evakuasi, mulai dari penemuan warga, pengambilan keputusan cepat, pengerahan helikopter, hingga penyerahan kepada otoritas setempat, dilakukan untuk memastikan warga tersebut dapat memperoleh penanganan lebih lanjut. (cmi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akta Kelahiran Bisa Terbit di Hari yang Sama, Orang Tua Tak Perlu ke Dukcapil
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kebakaran Mal Nipah Park Makassar Diduga Sementara Akibat Korsleting Listrik
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Menhub: Perpres Ojol Hanya Atur Layanan Roda Dua, Termasuk Antar Barang
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Yaqut Didakwa Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp 622 Miliar
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Tangkap Pemilik Gudang yang Diduga Mengoplos Minyak Goreng MinyaKita di Bengkulu
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.