Ekoregion Sunda Dorong Keadilan Fiskal Daerah

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Bandung -

BANDUNG, - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mendukung Majelis Musyawarah Sunda (MMS) sebagai ruang bertukar gagasan para tokoh Sunda untuk memperkuat pembangunan Jawa Barat.

Ia mendorong para inohong Sunda terus memberikan kritik, saran, dan pemikiran konstruktif kepada pemerintah. 

“Luar biasa ya. Kami dari Pemda Provinsi Jabar memberikan dukungan, memberikan apresiasi, dan yang paling penting adalah bagaimana inohong-inohong di Jabar yang tergabung di MMS bisa memberikan sumbang pemikiran, kritik dan saran untuk meningkatkan kinerja pembangunan di Jabar,” ujar Herman, Senin (10/8/2026)

Menurut Herman, pembangunan Jawa Barat membutuhkan kolaborasi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat. Ia berharap MMS dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan terhadap kebijakan dan program pembangunan.

“Karena ujungnya tujuan akhirnya adalah bagaimana Jabar Istimewa,” katanya.

Herman juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun Jawa Barat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Dan kita harus bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” ucapnya.

Di forum yang sama, Ketua Komisi 1 DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati mendorong gagasan Ekoregion Sunda sebagai ruang kolaborasi antardaerah. Ia menilai konsep tersebut dapat memperkuat kerja sama dalam menghadapi persoalan lingkungan, ekonomi, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Rahmat menegaskan Ekoregion Sunda tidak bertujuan menciptakan batas pemisah, tetapi memperkuat hubungan wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah, budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Ia juga mendorong kebijakan fiskal yang lebih adil bagi daerah yang menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan sekaligus menopang kepentingan nasional.

“Otonomi daerah membutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang adil,” tegas Rahmat.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan manfaat yang sepadan kepada daerah berdasarkan kontribusinya terhadap kepentingan nasional. Ia menilai keadilan fiskal perlu mempertimbangkan kontribusi ekologis, ekonomi, dan sosial setiap daerah.

Rahmat berharap masyarakat Sunda tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menghadirkan gagasan dan karya untuk memperkuat pembangunan Indonesia.

“Dari Tatar Sunda untuk Indonesia yang lebih maju, lebih adil, dan lebih bermartabat,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom nilai RI harus fokus pada rantai nilai mineral kritis tertentu
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Mensesneg Prasetyo Hadi Rapat Bareng DPR, Bahas Finalisasi Perpres Ojol
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Enam Provinsi Prioritas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Bikin Pangling, Tembok Kusam Sungai Tiram Disulap Jadi Mural Cantik
• 18 jam laludetik.com
thumb
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.