Mengapa Ruang Interaktif Penting bagi Anak? Ini Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang dan Kreativitas

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ketika anak memasuki sebuah ruangan yang dipenuhi benda, warna, bentuk, dan aktivitas yang bisa disentuh atau dimainkan, yang terjadi sebenarnya bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu. 

Anak sedang mengamati, mencoba, membuat keputusan, bahkan belajar memahami hubungan antara dirinya dengan lingkungan.

Konsep seperti ini semakin banyak digunakan dalam pendidikan anak dan ruang publik. Alih-alih menempatkan anak sebagai penerima informasi, ruang interaktif memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjadi pelaku utama. 

Anak dapat memilih aktivitas, mencoba sesuatu berulang kali, menemukan kesalahan, lalu mencari cara lain untuk menyelesaikannya.

Gagasan tersebut sejalan dengan berbagai kajian mengenai pembelajaran berbasis bermain. OECD menyebut pengalaman bermain dapat membantu anak berinteraksi dengan orang lain sekaligus belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. 

Dalam perkembangan anak usia dini, kualitas interaksi dengan orang dewasa, anak lain, ruang, dan benda di sekitarnya juga menjadi bagian penting dari proses belajar.

Mengapa Ruang Interaktif Penting bagi Anak?

Ruang interaktif pada dasarnya dirancang agar anak tidak hanya melihat, tetapi juga melakukan sesuatu. Mereka dapat menyusun benda, menggambar, bergerak, mengamati perubahan, bermain peran, atau menciptakan bentuk berdasarkan imajinasi sendiri.

Aktivitas tersebut dapat membantu mengembangkan sejumlah kemampuan dasar, mulai dari koordinasi motorik, komunikasi, pemecahan masalah, hingga keterampilan sosial. 

OECD dalam kajiannya mengenai pendidikan anak usia dini menekankan bahwa bermain dan eksplorasi merupakan bagian penting dalam membangun rasa ingin tahu, ketekunan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengatur diri.

Bahkan, bermain tidak harus dipertentangkan dengan belajar. OECD mencatat bahwa bermain bebas maupun bermain dengan arahan sama-sama dapat membantu anak memahami dunia, mengembangkan kemampuan kognitif dan sosial-emosional, serta membangun rasa ingin tahu.

Karena itu, ruang interaktif yang baik bukan berarti ruangan yang dipenuhi teknologi canggih. Yang lebih penting adalah apakah ruang tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan, mencoba, berkomunikasi, dan menciptakan sesuatu.

Konsep Ini Sudah Diterapkan di Sejumlah Negara Maju

Model pembelajaran berbasis eksplorasi bukan gagasan baru. Berbagai negara dan institusi pendidikan di negara maju telah mengembangkan lingkungan belajar yang memberi ruang lebih besar bagi aktivitas bermain dan interaksi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Piala Presiden, Persib Bersiap Ikuti Dewata Challenge Versus Bali United dan Sabah FC
• 9 jam lalubola.com
thumb
Rayakan Keberagaman Budaya, WBI Gelar Fashion Padel Nusantara
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Humaniora kemarin, kirab Merah Putih hingga zikir akbar di Istiqlal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Peti Kemas TPS Melonjak 11,79 Persen pada Juli 2026, Ekspor Tumbuh 20,54 Persen
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Negosiasi Mandek, Opsi Trump untuk Keluar dari Perang Iran Kian Menyempit
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.