Liputan6.com, Jakarta - Usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat konten live streaming yang dibuatnya.
Bigmo mengaku pemeriksaan tersebut menjadi pelajaran penting baginya untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten di media sosial.
Advertisement
“Iya, tentunya saya memohon maaf atas kegaduhan yang saya buat, dan pastinya ini jadi pelajaran buat saya ke depannya konten lebih positif dan bermanfaat,” kata Bigmo.
Kasus yang menyeret Bigmo bermula dari dugaan eksploitasi anak dalam sebuah siaran langsung. Persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti Direktorat PPA Polda Metro Jaya melalui proses klarifikasi.
Dalam pemeriksaan, Bigmo mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyelidik. Ia juga menyatakan menyesali tindakannya yang kini berujung pada persoalan hukum.
“Ya, kapok. Sangat kapok,” ucap pria bernama asli Jannah tersebut.
Pengalaman itu membuat Bigmo berencana mengevaluasi konten yang selama ini dibuatnya. Ia mengatakan ke depan ingin membuat konten yang dinilai lebih positif dan memberikan manfaat bagi penonton.
“Ya pasti saya akan mengevaluasi selama ini konten saya, dan ke depannya cuma konten dengan niat yang lebih lurus, dengan bermanfaat, positif, menghibur, dan mengedukasi bangsa,” ujar Bigmo.




