Timnas Indonesia Apes Terus Ditinggal STY, Bung Harpa Teringat Kutukan 100 Tahun Benfica

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Bung Harpa, pengamat sepak bola nasional khawatir dengan kondisi Timnas Indonesia yang terus mengalami kesialan setelah mendepak Shin Tae-yong.

Bahkan menurut Bung Harpa, ia langsung teringat dengan kisah Benfica, di mana klub asal Portugal itu tak pernah juara Eropa karena memecat pelatihnya.

Nama Shin Tae-yong kembali bergema setelah Timnas Indonesia asuhan John Herdman gagal total di Piala AFF 2026. Fase grup jadi hasil maksimal yang diraih.

Tak sedikit pihak yang kemudian membandingkan kiprah John Herdman dengan Timnas Indonesia periode kepelatihan Shin Tae-yong.

Ada juga pihak yang menyoroti bagaimana Timnas Indonesia terus mengalami nasib apes setelah memecat Shin Tae-yong secara mendadak pada awal 2025.

Teringat Kasus Benfica 

Timnas Indonesia di Piala AFF
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

Hal ini dikatakan oleh pengamat Bung Harpa yang menyadari bahwa selepas kepergian Shin Tae-yong, Timnas Indonesia selalu alami kegagalan di banyak ajang.

“Boleh dibilang mistik, boleh enggak, tapi selepas pemecatan Shin Tae-yong, semua kita berturut-turut gagal dalam banyak event,” ujar Bung Harpa di Youtube-nya.

Mulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, Asian Games 2026 dan yang terbaru Piala AFF 2026, di mana skuad Garuda terhenti di fase grup.

“Kita mulai dari round 4 gagal, kemudian Asian Games, AFF U-23, Piala Dunia U-17, lalu SEA Games, kemudian sekarang juga di ajang AFF kita juga gagal,” bebernya.

“Ya itu tergantung masing-masing point of view-nya. Tapi fakta itu terjadi bahwa kita gagal beruntun sejak 2024 akhir ya, semua ajang,“ sambung Haris Pardede.

Bung Harpa lantas menyamakan kesialan yang dialami Timnas Indonesia ini dengan Benfica, raksasa Portugal yang selalu sial di final kejuaraan Eropa. 

“Orang bilang karma, orang bilang apa boleh percaya boleh enggak. Tapi ini agak sedikit mengingatkan gua dengan Bela Guttmann yakni pelatih dari Sporting Lisbon (Benfica) kalau enggak salah ya,” ujarnya.

“(Bela Guttmann) diperlakukan dengan tidak baik. Lantas kemudian tim ini masuk berkali-kali final enggak pernah juara karena dikutuk 100 tahun enggak bisa juara katanya,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Sempat Minta Sutrimo Pulang Kampung, Ditemani 2 Orang Tak Dikenal
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Platform Infrastruktur AI Baru ISAT Dinilai Berpotensi Dongkrak Laba, Risiko Oversupply Mengintai
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
IMPC Gelontorkan Rp250 Miliar Bangun Pusat Pendidikan Polimer Bertaraf Global
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengejutkan! Houthi Lancarkan Serangan Baru, Trump Ungkap Iran Sedang Kehabisan Uang
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Bayern Muenchen Permanenkan Gelandang Muda Senegal Bara Sapoko Ndiaye
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.