Tragedi kecelakaan drag race di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, menyisakan duka mendalam. Hingga kini korban jiwa dilaporkan mencapai 8 orang meninggal dunia, dengan belasan lainnya mengalami luka.
Peristiwa ini terjadi setelah peserta yang mengendarai Honda Jazz di kelas Free for All (FFA) melewati garis finish dan tidak mampu mengendalikan kendaraan. Mobil keluar jalur lintasan dan menabrak penonton di sekitar lintasan.
“Jumlah korban juga bervariasi. Kemarin dari 6 dilaporkan ke saya terakhir ada 7 yang meninggal dunia, 8 luka berat, ada 2 yang luka ringan. Tapi sampai hari ini saya belum dapat kepastian sebetulnya sudah berapa korban sampai hari ini,” ungkap Wakil Ketua Umum IMI Pusat, John Lubis, saat dihubungi kumparan, Senin (10/8).
Di tengah jatuhnya korban yang tak sedikit, IMI Pusat menegaskan bakal mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan acara tersebut. Investigasi kini tengah berjalan, mulai dari proses penerbitan rekomendasi hingga pelaksanaan acara di lapangan.
“Kita akan melakukan investigasi terhadap dari mulai proses pengeluaran rekomendasi sampai penyelenggaraannya kita tetap akan melakukan investigasi. Dan kalau memang ditemukan nanti kesalahan-kesalahan, kita akan mengambil tindakan, baik kepada pengurus IMI Sulut maupun kepada klub dan penyelenggara,” kata John.
Tak hanya menyasar pengurus dan klub, sanksi juga berpotensi menjerat individu yang terlibat langsung dalam pelaksanaan lomba.
“Pimpinan lomba maupun para pengawas lomba itu akan kita berikan tindakan yang terukur, yang nantinya bisa menjadi ukuran kita ke depan untuk tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi kegiatan,” tegasnya.
Sanksi Bisa Sampai PemecatanJohn merinci, sanksi organisasi yang bisa dijatuhkan IMI Pusat terhadap pihak yang terbukti bersalah cukup beragam, mulai dari skorsing, pencabutan lisensi, hingga pemecatan.
“Ya kalau sanksi dari IMI Pusat, nanti bisa dari mulai skorsing, pencabutan lisensi, bahkan bisa dilakukan pemecatan atau pemberhentian klub penyelenggara itu dari keanggotaan IMI,” ujarnya.
Ia menegaskan, urusan pidana terkait korban jiwa akan sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian, sementara IMI berfokus pada aspek sanksi organisasi.
Jadi Momentum Evaluasi MenyeluruhJohn menegaskan, insiden ini menjadi peringatan keras bagi IMI untuk tidak lagi longgar dalam proses penerbitan rekomendasi kegiatan otomotif ke depannya.
“Ya kita pasti tegas dan serius terhadap kasus ini karena ini jadi contoh terakhir kita harapkan itu tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, John turut menyampaikan doa dan simpati bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
“Kita bermohon supaya yang masih luka-luka cepat sembuh dan kembali kepada keluarga, dan bagi keluarga yang ditinggalkan kita mohonkan sabar dan ikhlas. Kita turut berduka yang sedalam-dalamnya,” pungkasnya.





